63 Desa & Kelurahan di Batang Jadi Smart Village

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Tulyono membuka Bimbingan Teknis Program Desa Pintar (Smart Village). (Antara/Kutnadi)
28 November 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemkab Batang mencanangkan 54 desa dan sembilan kelurahan dari 239 desa di kabupaten itu sebagai smart village atau desa pintar. Ke-63 desa dan kelurahan itu merupakan proyek rintisan atas percontohan Program Smart Village atau Desa Pintar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Batang Tulyono mengatakan bahwa tujuan dibentuknya smart vilage adalah untuk mempermudah pelayanan peningkatan administrasi desa melalui elektronik administrasi, elektronik potensi desa, dan memberikan percepatan data yang diminta dengan sistem elektronik dan sistem keuangan desa.

"Program smart village dan smart city masuk dalam rencana strategis jangka menengah daerah. Oleh karena itu, kami berencana mewujudkan desa pintar sebagai percontohan bagi 239 desa selama jangka lima  tahun," katanya saat membuka Bimbingan Teknis Smart Village di Batang, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018).

Ia mengatakan bimbingan teknis yang melibatkan aparat desa dan kelurahan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola desa dalam mengoperasikan smart village sehingga ada ide kreatif dan inovatif yang tercipta warga pada era digital untuk peningkatan ekonomi dan kesejahtetaan masyarakat.

"Untuk mewujudkan Program Smart Village ini, kami akan bersinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika. Selain itu bagi desa maupun kelurahan yang sudah menjadi percontohan program smart village bisa berbagi informasi dengan desa lainnya," katanya.

Menurut dia, untuk mendukung terwujudnya Program Desa Pintar, pemkab melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan dana untuk pemenuhan perangkat komputer dan pendukung lainya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Batang Jamal Abdul Naser mengatakan program Desa Pintar memang masih mengalami kendala pada jaringan internet karena ada 35 persen desa yang belum memiliki akses jaringan internet. "Smrat village dan smart city masih kita genjot terus. Kita juga siapkan sumber daya manusia aparatur desa dan warga harus mampu dan siap mengioprasionalkan smart village," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara