Wali Kota Semarang Raih Gelar Terbaik dalam Pembina Pelayanan Publik

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu didampingi Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Susi Herawati (kedua dari kiri), Kepala Disdukcapil Kota Semarang Adi Trihananto (kedua dari kanan), dan Kepala DPM/PTSP Ulfi Imran Basuki (kanan) seusai menerima penghargaan dari Kementerian PAN/RB. (Antara/Humas Setda Kota Semarang)
28 November 2018 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kota Semarang kembali mencatatkan prestasi sehingga diganjar penghargaan. Kali ini, prestasi itu dicatatkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada pembina pelayanan publik dengan nilai sangat baik.

Sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Antara di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/11/2018), penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PAN-RB Syafruddin kepada wali kota Semarang yang diwakili Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Balai Kartini, Jakarta, Selasa.

Kementerian PAN-RB menilai wali kota Semarang sukses membawa sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintahannya sebagai Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik Tahun 2018. Ketiga OPD tersebut, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.R.M.T. Wongsonegoro, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang.

Penghargaan itu semakin menambah deretan prestasi Kota Semarang yang baru saja menyabet penghargaan Pro Investasi Jawa Tengah 2018 pada ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2018, Senin (26/11) lalu. Dengan diraihnya penghargaan sebagai pembina pelayanan publik dengan kategori sangat baik tahun ini, berarti Wali Kota Semarang telah meraih tiga kali penghargaan serupa dari Kementerian PAN-RB.

Evaluasi pelayanan publik pada 2018 dilakukan pada unit penyelenggara pelayanan publik di 34 provinsi dan 208 kabupaten/kota yang dilaksanakan sejak Mei-Oktober 2018, termasuk Pemerintah Kota Semarang. Menteri PAN-RB Syafruddin menjelaskan evaluasi tersebut bukan untuk menentukan benar atau salah, menumbuhkan kompetisi yang menggradasi kualitas pelayanan publik, atau sebagai acuan untuk mendiskriminasi kualitas.

Evaluasi, kata dia, dimaksudkan sebagai asistensi bagi kekurangan agar bisa segera diperbaiki, mendorong terwujudnya clean and good governance, serta mendorong pelayanan yang lebih bermanfaat. Bagi penerima penghargaan dengan nilai baik, kata Syafruddin, tidak boleh terlena dan berpuas diri karena pelayanan publik bersifat dinamis mengikuti kebutuhan masyarakat, sementara yang belum baik harus terus berbenah.

Secara terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan capaian positif tersebut merupakan bukti keseriusan dan komitmennya bersama jajaran Pemkot Semarang untuk terus berinovasi mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. "Saya berharap penghargaan ini bisa dijadikan sebagai motivasi atau `cambuk` bagi jajaran Pemkot Semarang untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan publik," kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara