Stadion Jatidiri Bakal Lebih Megah dari Stadion Jakabaring

Rancangan Stadion Jatidiri Semarang. (Twitter.com)
29 November 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Tahap renovasi Stadion Jatidiri Semarang saat ini telah mencapai 90%. Jika telah selesai sepenuhnya, stadion yang dibangun pada era pemerintahan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Muhammad Ismail, itu diyakini bakal lebih megah dari Stadion Gelora Sriwijaya atau yang lebih populer disebut Stadion Jakabaring di Palembang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Urip Sihabudin, kepada wartawan di Semarang, Rabu (28/11/2018). Stadion yang proses renovasinya menelan biaya mencapai Rp1,1 triliun itu nanti tersedia berbagai fasilitas olahraga yang akan menjadi andalan Jateng.

Selain stadion, di kawasan tersebut juga akan tersedia fasilitas olahraga lain, seperti gelanggang olahraga (GOR), kolam renang indoor, lapangan tenis berstandar internasional, lapangan voli pasir, sepatu roda, asrama atlet, gedung terpadu untuk latihan pencak silat, hingga sekolah khusus olahraga (SKO).

Selain fasilitas olahraga itu, di kompleks Stadion Jatidiri juga akan didirikan gedung parkir vertikat, dan pusat kebugaran.

“Pembangunan semuanya akan selesai pada tahun 2021. Total anggaran pembangunan kawasan ini mencapai Rp1,1 triliun,” ujar Urip.

Sementara untuk renovasi stadion, Urip mengaku progress telah mencapai 90% dan target penyelesaian pada 15 Desember. Pembangunan itu meliputi tribune, lapangan sepak bola, kursi penonton, sebagian atap, dan lintasan atletik dengan total anggaran mencapai Rp610 miliar.

“Stadion ini memiliki kapasitas 45.000 single seat [kursi penonton]. Ditunjang dua lift. Lampu akan memakai yang seperti di GBK [Gelora Bung Karno] supaya kalau ada pertandingan di malam hari tidak terjadi bayangan. Sedangkan rumput kita gunakan yang dari Italia,” imbuh Urip.

Sementara untuk eksterior, Urip mengaku akan menggunakan desain yang berbeda dari stadion lain di Indonesia karena merepresentasikan budaya Jawa. Eksterior dari depan akan tampak kanopi berbentuk gunungan wayang.

Kendati tak seluas GBK maupun Jakabaring, Urip menyatakan keindahan dan fasilitas Jatidiri tidak akan kalah. “Stadion ini satu tingkat di atas Jakabaring dan sedikit di bawah GBK,” ujar Urip.

 Dengan renovasi Stadion Jatidiri yang megah itu, ia pun berharap akan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga sehingga memicu prestasi atlet di Jateng. Hal itu dikarenakan tujuan pembangunan Stadion Jatidiri tak lain demi kemajuan dunia olahraga di Jateng.

Sementara itu, meski proses renovasi lapangan sepak bola telah selesai pada 15 Desember nanti, Urip memastikan keseluruhan stadion baru bisa digunakan pada akhir 2019. Ia menyebutkan masih akan ada pembangunan fisik lain di Stadion Jatidiri, seperti lintasan atletik, penyelesaian atap, dan lampu maupun lift.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya