Hobi Motor Kuno Jaga Bisnis Onderdil Bekas

Pedagang menyiapkan barang suku cadang bekas kendaraan bermotor di Pasar Loak Jati, Kabupaten Kudus, Jateng. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
29 November 2018 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Bisnis onderdil atau suku cadang kendaraan bermotor bekas tak lekang zaman. Usaha jenis ini tetap menguntungkan karena peminatnya masih cukup banyak, menyusul banyaknya penghobi sepeda motor kuno.

"Selama ini, peminat suku cadang sepeda motor bekas didominasi masyarakat yang menyukai sepeda motor kuno atau hobi modifikasi," kata David, salah seorang penjual suku cadang sepeda motor bekas di Pasar Loak Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

Selain itu, kata dia, masyarakat di pedesaan juga lebih menyukai membeli suku cadang bekas dibandingkan membeli baru karena harganya yang lebih murah. Mayoritas pembeli suku cadang sepeda motor, kata dia, mencari suku cadang yang orisinal atau bawaan pabrik sepeda motor. "Jika dibandingkan membeli baru, harganya jauh lebih terjangkau dengan kualitas yang masih bagus," ujarnya.

Ia mengklaim suku cadang sepeda motor bekas yang dijual memang masih layak pakai karena dalam mencari suku cadang bekas cukup selektif. Selain menerima jual beli dari masyarakat, katanya, stok suku cadang bekas sepeda motor selama ini merupakan hasil pencarian ke sejumlah bengkel sepeda motor umum serta bengkel modifikasi.

Harga jualnya, kata dia, bervariasi disesuaikan dengan kondisi barangnya, seperti pelek racing sepeda motor original dengan kondisi bagus dijual Rp300.000-an/buah, sedangkan pelek ruji bukan original dijual berkisar Rp100.000-an dalam kondisi lengkap, termasuk tromolnya. Suku cadang yang disediakan, kata dia, tidak termasuk mesin, karena spesialis penjual suku cadang mesin ada tersendiri.

Dalam sehari, dia mengaku, bisa meraup keuntungan hingga Rp200.000-an. Pedagang lainnya, Potro Baskoro mengakui bisnis suku cadang sepeda motor bekas memang menjanjikan karena usaha yang digeluti sejak belasan tahun mampu menghidupi keluarganya.

Apalagi, kata dia, era sekarang banyak masyarakat yang menyukai sepeda motor klasik, sehingga suku cadangnya tentu harus mencari suku cadang yang bekas karena baru susah diperoleh. Keberadaan klub motor klasik, katanya, turut mendongkrak penjualan suku cadang sepeda motor bekas. "Saat ramai omzet penjualan saya bisa mencapai Rp700.000/hari," ujarnya.

Suku cadang sepeda motor yang disediakan, katanya, cukup banyak dan dari berbagai jenis merek sepeda motor. Harga jualnya, kata dia, bervariasi karena disesuaikan kondisi dan jenis motornya. "Khusus suku cadang kendaraan yang benar-benar klasik dan jarang ada di masyarakat, harganya bisa sangat mahal," ujarnya.

Selain mengandalkan penjualan lewat kios yang dimiliki di Pasar Loak Jati, dia mengakui, menawarkannya pula melalui media sosial pertemanan, facebook. Ia mencatat banyak pedagang suku cadang sepeda motor bekas yang memanfaatkan Facebook untuk menjual suku cadang sepeda motor tua karena peminatnya bisa dari luar kota maupun luar pulau.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara