Ratusan Santri Deklarasikan Aktif Lawan Hoaks

Santri menorehkan tanda tangan saat Deklarasi Santri dan Mahasiswa Melawan Hoaks di Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018). (Antara-Aditya Pradana Putra - tom)
30 November 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ratusan santri dan mahasiswa Islam di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga mendeklarasikan gerakan melawan berita hoaks di Pondok Pesantren Wali, Tuntang, Kabupaten Semarang.

Ulama yang juga pimpinan Pondok Pesantren Wakaf Literasi (Wali) Tuntang K.H. Anis Maftukhin dalam kesempatan itu meminta santri menjadi garda terdepan yang aktif dalam memerangi berita hoaks. Menurut dia, santri adalah pembawa misi Islam yang damai, mengutamakan kemaslahatan, dan anti kebohongan.

"Sebagai intelektual Islam, kalangan santri harus menjadi pelopor dalam menyajikan informasinya faktual yang sehat dan mendidik serta mengedepankan sikap saling menghargai kerukunan beragama," katanya saat Deklarasi Santri dan Mahasiswa se-Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga Melawan Hoax di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

Pimpinan Majelis Ilmu Suluk Maleman Habib Anis Sholeh Bahasin menambahkan kalangan santri dengan rasionalitasnya seharusnya bisa membedakan mana yang berita hoaks dan mana berita yang benar. "Penguatan nalar perlu dilakukan para santri untuk menyaring berita-berita yang mereka baca," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kalangan santri harus memosisikan diri mereka untuk tidak terlibat di dalam konflik politik yang belakangan banyak terjadi akibat berita hoaks yang berseliweran, khususnya di media sosial. "Akan tetapi, mereka juga perlu secara aktif mencari kebenaran dari informasi-informasi yang mereka terima," kata Habib Anis.

Seorang santri peserta acara, Arda Billy, 18, mengatakan deklarasi ini menjadi momentum bersama mereka untuk melawan informasi atau berita bohong yang masif beredar di media sosial belakangan hari ini.  “Kami siap bergerak dan bergotong royong demi memberantas konten-konten hoaks di media sosial,” kata Billy.

Peserta lainnya, Najmuzzaman, 21, mengatakan deklarasi ini mengingatkan betapa pentingnya memilih dan memilah infomasi dengan teliti demi persatuan dan keberlanjutan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. "Seusai deklarasi ini, kami akan berupaya lebih aktif dalam membantu masyarakat untuk menangkal berita hoaks dan menyebarkan informasi yang benar," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara