Menristekdikti Tawarkan Unit Kegiatan Mahasiswa untuk Tangkal Radikalisme

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. (Antara/M Agung Rajasa)
02 Desember 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menawarkan konsep anyar untuk menangkal radikalisme, yakni dengan mengaktifkan unit-unit kegiatan mahasiswa (UKM) di perguruan tinggi.

Menristekdikti pun lalu menyerukan kepada pengurus unit kegiatan mahasiswa (UKM) untuk menjadi benteng penangkal paham radikalisme. "Sebagai menteri, saya sudah mengindikasikan terjadi radikalisme di seluruh kampus. Dalam [penyebaran] radikalisme hampir banyak yang kena," kata guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro itu seusai paparan pencapaian Kementerian Riset Dikti yang dipimpinnya selama empat tahun terakhir di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/11/2018).

Nasir menjelaskan ketika itu belum ada regulasi yang mendukung langkah pembentengan radikalisme di kampus sampai akhirnya 2017 keluar perppu untuk menertibkan. "Perguruan tinggi di Indonesia harus didorong untuk menjadi toleran, moderat, semuanya. Masalah kebangsaan harus dibangun kembali berlandaskan empat pilar," katanya.

Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurut dia harus menjadi empat pilar yang dipegang teguh. "Penerapannya bagaimana? Kita kan punya mahasiswa, baik di dalam maupun luar kampus. Ada juga itu organisasi ekstra kampus, harus diwadahi," katanya.

Ia mencontohkan banyak organisasi ekstra kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). "Apakah HMI, PMII, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia [GMNI], IMM, dan lainnya, harus kita wadahi. Makanya, kami keluarkan Permenristek Dikti Nomor 55 Tahun 2018," katanya.

Permenristek Dikti No. 55/2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi itu, lanjut dia, meneguhkan peran UKM. "Unit kegiatan mahasiswa menjadi pengawal ideologi bangsa. Ini akan membentengi kekuatan kampus agar jangan sampai terpapar radikalisme," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara