Nilai Pemerintah Gagal Berantas Tengkulak, Sandiaga Bilang Harga Kopi Kian Pahit

Calon Wakil Presiden Sandiaga S. Uno saat menemui petani kopi di Dusun Malebo Barat, Malebo, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (1/12 - 2018). (Bisnis/Istimewa)
02 Desember 2018 12:50 WIB Jaffry Prabu Prakoso Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo dinilai gagal melindungi petani seiring merajalelanya tengkulak. Kondisi memprihatinkan itu menjadi isu utama dalam kunjungan calon wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno di Dusun Malebo Barat, Desa Malebo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Saat menyerap aspirasi di dusun itu, Sandi menerima keluhan petani terkait pengadaan pupuk. Selain itu, berkuasanya tengkulak yang memainkan harga jual kopi mentah petani.

Bukan hanya di situ, pupuk juga langka. Oleh karena persediaan kosong, koperasi yang semula didirikan untuk menyuplai kebutuhan pupuk petani justru tutup. Ujung-ujungnya petani kembali membeli pupuk dari tengkulak.

Mendengar keluhan warga, Sandi mengatakan bahwa pemerintah harus melindungi petani bukan hanya dari persediaan pupuk, tetapi juga meliputi penyertaan modal usaha hingga harga jual kopi petani.  “Harga kopi saya bilang rasanya pahit seperti rasa kopinya karena mestinya harga kopi itu di pasar Rp24.000 sampai Rp28.000 sekilo. Kalau di Jakarta sudah 10 kali lipat. Jadi di tingkat petani jangan pahit, harus ada manis-manisnya. Jangan pahit kayak jamu brotowali,” katanya di lokasi sebagaimana diwartakan melalui keterangan pers, Sabtu (1/12/2018).

Mengatasi masalah ini, Sandi mengaku memiliki strategi dan solusi yang dapat diterapkan. Langkah pertama adalah pelatihan dan pendampingan sehingga kualitas produk kopi mentah hingga olahan kopi yang dihasilkan petani Desa Malebo meningkat. “Saya ingin barista dan petani kopi mendapat pendidikan pelatihan yang baik, kalau bisa kita kirim ke eropa atau Amerika. Kedua, branding. Di sini sudah alhamdulillah. Kita ingin brand-nya lebih kuat. Masa kita kalah sama Starbucks, padahal tidak punya kebun kopi, cuma punya merek saja,” ucapnya.

Sandi juga akan meluncurkan OK Oce Kopi sehingga petani dapat membuka usaha kopi. Hal ini karena penghasil kopi Pulau Jawa terpusat di Temanggung. “Kita ingin ada industri pengolahan. Tadi alat-alatnya sudah bagus, sudah merek pabrikan Jember, walaupun UKM, tidak menggunakan yang tradisional, ke depan kita harus terapkan teknologi terkini, ungkapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis