Presiden Akhirnya Setujui Tambah Rest Area di Batang, Konsepnya Tidak Biasa…

Bupati Batang Wihaji didamping Kabag Humas Triossy Juniarto memaparkan konsep Transit Orientide Developmen (TOD ) kepada awak media dalam konferensi pers, Minggu (2 /12 - 2018). (Antara/Kutnadi)
03 Desember 2018 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Desakan Bupati Batang Wihaji yang mengancam menutup wilayah jika jalan tol Trans Jawa tidak menguntungkan bagi wilayahnya membuahkan hasil. Presiden Joko Widodo diklaim menyetujui konsep transit orientide development (TOD) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Batang.

Presiden Jokowi sebagaimana dikutip Bupati Wihaji dalam konferensi pers di Batang, Jawa Tengah, Minggu (2 /12/2018), menyetujui penambahan rest area di wilayah Kabupaten Batang. Alasannya, demi mengurangi dampak  pengoperasian jalur jalan tol Trans Jawa yang melintas di wilayah tersebut.

"Sebelumnya saya sudah melakukan pertemuan dengan Presiden untuk mengusulkan TOD namun baru dijanjikan dan pertemuan kali ketiga ini pada Kamis [29/11/2018] di Istana Presiden Jakarta, Beliau setuju dan langsung mengutus Deputi BUMN untuk berkoordinasi dengan saya," katanya.

Ia mengatakan TOD yang disetujui hanyalah berdampak pada penambahan rest area yang nantinya diharapkan dapat menjadi kota baru.  Sebelumnya, Bupati Wihaji juga menginginkan ada exit toldi jalur jalan benas hambatan yang melintasi wilayahnya.

Meskipun hanya berdampak pada penambahan rest area, Bupati Wihaji mengaku telah menyiapkan konsep yang tidak biasa. Di tempat tersebut, kata dia, akan dilengkapi dengan fasilitas wisata ekosistem biota laut, hotel, sekaligus gerai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, lokasi TOD ini berada di Km 390 yang akan menempati 100 hektare lahan milik PT. Perkebunan Nasional IX di dekat Pantai Celong, Kecamatan Banyuputih. "Pembangunan TOD ini ditaksir menghabiskan dana ratusan miliar. Saya yakin ini konsep baru, bahkan satu-satunya di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan konsep TOD ini merupakan bagian dari keperpihakan Pemkab Batang terhadap pelaku UMKM di daerah setempat. Di lokasi tersebut, menurutnya bakal ada warung rakyat yang dikelola pelaku usaha warga setempat.

"Lokasi yang dipilih sangat indah karena view-nya bisa melihat langsung pantai. Selain itu, konsep ini juga untuk menyelamatkan kuliner dan UMKM, serta hampir mirip dengan Japan Orientide Invesment Network," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara