75 Warga Batang Terinfeksi HIV/AIDS, 10 Mati Tahun Ini

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hidayah Basbeth didamping Kepala Bagian Humas Triossy Juniarto bertemu dengan awak media massa dalam konferensi pers di Batang, Jateng, Minggu (2/12 - 2018). (Antara/Kutnadi)
03 Desember 2018 06:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Dinas Kesehatan Batang mencatat selama Januari 2018 hingga akhir Oktober 2018, terdapat 75 warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV) penyebab acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Sepuluh pengidap AIDS telah meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hidayah Basbeth menambahkan bahwa kendati demikian, jumlah penderita AIDS di Batang terus mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, tercatat ada 165 kasus HIV/AIDS dengan jumlah pasien meninggal dunia 20 orang.

"Adapun, jumlah penderita AIDS ini lebih didominasi ibu rumah tangga dengan rata-rata usia produktif dan disusul para pekerja seks komersial," katanya saat acara Konferensi Pers di Kantor Bagian Humas Pemkab Batang, Jawa Tengah, Minggu (2/12/2018).

Demi menekan angka HIV/AIDS di Batang, Dinas Kesehatan menurutnya, terus melakukan pencegahan dengan rutin mendatangi lokalisasi prostitusi guna melakukan pemeriksaan terhadap para pekerja seks komersial disertai sosialisasi pencegahan. "Kami terus gencar berupaya terus menurunkan angka penderita HIV/AIDS, melakukan pencegahan dengan rutin mendatangkan paramedis puskesmas di daerah lokalisasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga dan PSK," katanya.

Kendati demikian, kata dia, Dinas Kesehatan terkadang terkendala dengan kesadaran masyarakat di lokalisasi prostitusi karena para penghuni enggan memeriksakan kesehatan diri ataupun sekadar melakukan pengecekan HIV. "Kendala yang kami hadapi adalah masih banyak masyarakat yang tidak mau diperiksa kesehatan secara gratis. Kami tidak boleh memaksa mereka untuk diperiksa," katanya.

Menurut dia, penyebaran virus HIV/AIDS saat ini sudah menyebar di semua kecamatan di Kabupaten Batang namun yang terbanyak yaitu di Banyuputih, Bandar, Gringsing. Kepada masyarakat, ia meminta, tidak mendiskriminasi terhadap para penderita HIV/AIDS. "Banyak sekali persepsi masyarakat yang salah dan percaya kalau hanya sekadar berjabat tangan bisa menular. Persepsi seperti itu yang mesti kita ubah," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara