KPU Temanggung Kekurangan Bilik dan Kotak Suara Pemilu 2019

Pegawai KPU Temanggung memeriksa kotak suara dalam kemasan plastik di gudang KPU setempat. (Antara/Heru Suyitno)
03 Desember 2018 10:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Kebutuhan logistik khususnya bilik dan kotak suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah masih kurang. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung M. Yusuf Hasyim menyebutkan kekurangan setidaknya untuk 14 tempat pemungutan suara (TPS).

Yusuf di Temanggung, Senin (3/12/2018), mengatakan ke-14 TPS yang belum mendapat jatah logistik tersebut merupakan TPS tambahan dari jumlah TPS waktu Pilkada 2018 sebanyak 2.461 TPS. Ia menuturkan kotak suara yang sudah diterima KPU Kabupaten Temanggung saat ini sebanyak 12.525 untuk memenuhi kebutuhan 2.461 TPS dan 20 PPK.

"Masing-masing TPS ada lima kotak suara dan setiap PPS 11 kotak suara," katanya.

Kemudian kebutuhan bilik suara untuk 2.461 TPS sebanyak 9.844 bilik sudah terpenuhi, yakni 7.650 bilik lama berupa bilik aluminium dan 2.194 bilik berbahan kardus yang sudah dikirim KPU beberapa waktu lalu. Ia mengatakan kebutuhan bilik untuk 14 TPS juga belum terpenuhi sebanyak 56 bilik suara.

"Kekurangan bilik maupun kotak suara untuk 14 TPS kini masih dalam proses pengajuan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa terpenuhi," katanya.

Ia menyampaikan selain bilik dan kotak suara, KPU juga sudah mendapat kiriman logistik berupa tinta sebanyak 4.922 botol. "Hingga saat ini yang belum terdistribusi di KPU Temanggung untuk pengadaan 2018, yakni berupa segel dan sampul," katanya.

Yusuf mengatakan untuk kelengkapan TPS berupa alat tulis dan sebagainya masih dalam proses, diharapkan bulan Desember ini sudah selesai. "APK juga baru dalam proses cetak. Paket APK berupa pengadaan saja, sedangkan pemasangan dan pemeliharaan dan seterusnya itu menjadi tanggung jawab peserta pemilu," katanya.

Menyinggung sosialisasi Pemilu 2019, dia menuturkan pekan lalu KPU Kabupaten Temanggung telah menyelenggarakan kursus kepemiluan dengan peserta dari perwakilan seluruh organisasi kepemudaan di Kabupaten Temanggung sebanyak 40 orang. "Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman pada para peserta kursus kepemiluan sekaligus nanti bisa menjadi relawan demokrasi di komunitas masing-masing atau masyarakat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara