Peduli Warga Kemijen, Pertamina Revitalisasi Posyandu

Penyerahan bantuan alat kesehatan dari Pertamina di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang, Jateng. (Antara/Alif Nazzala Rizqi)
04 Desember 2018 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kegiatan bakti sosial berupa sosialisasi kesehatan dan revitalisasi dua posyandu di Kelurahan Kemijen Semarang, Kota Semarang, Jateng.  Kemijen merupakan kelurahan paling utara di Kecamatan Semarang Timur.

Dalam penyuluhan kesehatan, Pertamina MOR IV Jateng-DIY menghadirkan dokter ahli dari RS Hermina Pandanaran. "Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian HUT ke-61 Pertamina. Kami memiliki kepedulian kepada masyarakat supaya memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik. Terutama di bidang kesehatan. Kelurahan Kemijen ini masuk di ring 1 Pertamina MOR IV Jateng," jelas Ketua Persatuan Wanita Patra (PWP) MOR IV Devi Sinta, Senin (3/12/2018).

Section Head Medical Pertamina MOR IV, Sari Kusumaninggar, mengungkapkan bakti sosial di Kemijen melibatkan kader-kader kesehatan. Menurutnya, ada puluhan kader kesehatan Kelurahan Kemijen yang mengikuti kegiatan ini, para kader ini pun sangat antusias dalam mendengarkan arahan dari dokter. "Dalam acara ini kami berkomitmen untuk menjaga kesehatan penduduk terutama yang berada di ring 1. Ini dilakukan agar masyarakat semakin sadar betapa pentingnya kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Kemijen Nuriyah menjelaskan, persoalan gizi buruk masih menjadi persoalan kesehatan bagi warga di Kelurahan Kemijen. Nuriyah mengatakan, warga Kemijen kebanyakan bekerja sebagai buruh pabrik dan tenaga serabutan. Sehingga, pemenuhan asupan gizi yang cukup untuk bayi dan balita kerap terabaikan.

Menurutnya, banyak orang tua yang memiliki anak bayi atau balita, menitipkan anaknya kepada kakek nenek atau saudara terdekat. Sedangkan asupan dari bayi atau balitanya yang seharusnya mendapatkan gizi cukup, tidak terpenuhi. Oleh karena itu, jelas Nuriyah, persoalan gizi buruk yang ada di wilayahnya harus ditangani sedikit demi sedikit. Salah satunya, melalui kegiatan preventif dari para kader kesehatan Kelurahan Kemijen dengan pendampingan pihak terkait.

“Walaupun sudah ada posyandu, tapi masih ada balita yang mengalami gizi buruk. Kader-kader kesehatan kami juga secara rutin melakukan kunjungan ke rumah -rumah, terutama yang kategori kandungan risiko tinggi,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis