Pabrik Direlokasi ke Jateng, Ekspor Tekstil Tumbuh 9%

Pekerja mengawasi mesin bordir komputer di rumah produksi bordir di Jakarta, Senin (15/10 - 2018). (Bisnis/Nurul Hidayat)
05 Desember 2018 20:50 WIB Anggara Pernando Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meyakini ekspor dari sektor ini dapat tumbuh 9% menjadi US$14 miliar hingga akhir tahun 2018 ini seiring dengan aksi relokasi yang dilakukan pengusaha ke Jawa Tengah.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat, menuturkan ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia dalam empat tahun terakhir berada dalam kondisi menurun setelah mencapai kinerja terbaik pada 2013 senilai US$13,3 miliar. “Namun kemudian melambat seiring maraknya demonstrasi penyesuaian upah. Kala itu selama empat tahun kinerja kami menurun. Pertumbuhan industri tekstil bahkan minus di Jabodetabek. Ekspor terus turun hingga tinggal US$12 miliar pada 2016,” kata Ade, Senin (3/12).

Ade menyebutkan untuk mengantisipasi kondisi tersebut para pelaku industri perlahan mulai memindahkan pusat produksinya ke Jawa Tengah karena upah minimum di Jateng relatif masih bersaing. “Hasilnya ekspor TPT membaik. Pada 2017 kinerja ekspor tumbuh 5%. Bahkan, pada 2018 ini pecah rekor. Ekspor diperkirakan tembus US$14 miliar atau tumbuh 9%,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis