Dishub Jateng Coba Buka Jalur Besi Semarang-Jogja

Ilustrasi pemeriksaan keseimbangan ketinggian rel kereta. (Antara/Harviyan Perdana Putra)
07 Desember 2018 06:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Perhubungan Jawa Tengah mencoba menghidupkan jalur kereta api Semarang-Jogja. Tahapan pembangunan jalur besi atau rel kereta api itu, kini, sudah memasuki penyusunan jalur oleh Kementerian Perhubungan.

Kepala Bidang Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dishub Jateng Henggar Budi Hanggoro mengakui realisasi menghidupkan jalur besi itu memang belum dimulai. "Belum DED [detail engineering design]. Masih dilakukan oleh Kemenhub, tapi selalu dikomunikasikan dengan kami," ungkapnya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/12/2018).

Sebelum ditetapkan oleh Kemenhub, penentuan trase ini juga akan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada bupati dan wali kota yang wilayahnya dilalui jalur besi tersebut, terutama terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), termasuk nantinya Gubernur Jateng untuk skala provinsi. "Secara prinsip sudah masuk di RTRW kabupaten/kota atau provinsi. Sudah tidak masalah, tinggal secara formalnya," tambahnya.

Untuk pelaksanaan konstruksi, kata Henggar, diperkirakan dimulai pada 2023, tapi tak menutup kemungkinan untuk dilaksanakan lebih awal dari waktu itu. "Setelah DED, masih ada lagi amdal. Setelah itu ada lagi LARAP [land acquisition resettlement action plan] sebagai pelengkap penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah," tuturnya.

Total rel kereta api yang akan dibangun sepanjang 121 km. Jarak itu terdiri atas 102 km di wilayah Jateng dan sisanya Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Henggar, dari jalur sepanjang itu 35% akan menggunakan trase lama yang saat ini masih mentok di Ambarawa, sisanya baru. "Kedungjati-Ambarawa sudah clear. Tinggal sebagian Kedungjati-Tuntang sudah dikerjakan karena kemarin sempat berhenti. Mudah-mudahan 2019 dilanjutkan lagi. Kemarin ada salah satu kampung terdampak, tapi sudah diatasi semua," ungkapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis