Pertamina Jateng Kampanyekan Pencegahan Gizi Buruk

Pengobatan gratis dan bakti sosial Pertamina Jateng (Istimewa/Pertamina)
12 Desember 2018 23:40 WIB Chelin Indra Sushmita Semarang Share :

Solopos.com, SEMARANG Gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan yang rentan menyerang anak-anak dalam masa pertumbuhan. Menurut data terbaru Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sekitar sembilan juta anak Indonesia mengalami stunting.

Guna mencegah gizi buruk pada anak, Unit Medical PT Pertamina Persero Marketing Operation Region (MOR) IV Area Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersinergi dengan Persatuan Wanita Patra MOR IV mengadakan sosialisasi kesehatan. Adapun tema yang diangkat adalah Tumbuh Kembang pada Anak dan pencegahan HIV/AIDS. Acara tersebut digelar di Aula Kelurahan Kemijen, Semarang, Jawa tengah, Senin (3/12/2018).

Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Kemijen, Semarang, Jawa Tengah, Nuriyah, mengungkapkan, gizi buruk masih menjadi persoalan kesehatan bagi warga di wilayahnya. "Mayoritas warga Kemijen masih bekerja sebagai buruh dan tenaga serabutan. Sehingga pemenuhan asupan gizi yang cukup untuk bayi dan balita kerap terabaikan,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Rabu (12/12/2018).

“Banyak orang tua yang memiliki anak bayi atau balita, menitipkan anak mereka kepada kakek nenek atau saudara terdekat. Sedangkan, asupan dari bayi atau balitanya yang seharusnya mendapatkan gizi cukup, tidak terpenuhi,” tambah Nuriyah.

Sosialisasi kesehatan tersebut dihadiri anggota PKK Kemijen, Kader Posyandu Kemijen, kader PWP MOR IV, dan para ibu yang memiliki bayi atau balita. Dokter spesialis anak, Domiko Widyanto, selaku pemateri menyampaikan pentingnya mengamati tumbuh kembang anak.

“Saat ini masih ditemukan kesalahan dalam menilai tumbuh kembang anak. Bila selama ini para ibu hanya melihat anak sehat dari tinggi dan berat badannya, ternyata lingkar kepala anak menjadi salah satu indikator untuk memantau tumbuh kembang anak,” jelas Domiko.

Sementara itu, Ketua PWP Pertamina MOR IV, Devi Shinta Fernanda, mengungkapkan, sosialisasi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinannya terhadap gizi buruk sekaligus memperingati Hari Aids Sedunia. “Berangkat dari keprihatinan kami tentang masalah gizi buruk dan memperingati hari Aids Sedunia tanggal 1 Desember 2018 kemarin, kami melaksanakan kegiatan ini agar masyarakat dapat menghindari penularan HIV sejak dini. Begitu juga dengan tumbuh kembang bayi dapat terus termonitor sejak awal,” ujarnya

Tidak hanya mengadakan sosialisasi kesehatan, di akhir acara Pertamina juga memberikan simbolis bantuan 200 paket MASI, fasilitas posyandu berupa timbangan bayi, alat ukur tinggi badan anak, serta termometer infra red bagi posyandu Lestari dan Posyandu Ananda yang berlokasi di Kelurahan Kemijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.