Semusim di Liga 1, PSIS Setor Rp300 Juta ke PSSI untuk Ini...

Ilustrasi laga PSIS Semarang. (Antara)
13 Desember 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Selama satu tahun terakhir, PSIS Semarang telah menyetorkan dana ke PSSI mencapai sekitar Rp300 juta. Dana sebanyak itu digunakan membayar denda akibat sanksi yang diberikan PSSI kepada PSIS Semarang selama berlaga di kompetisi Liga 1.

Denda terbaru diterima PSIS Semarang saat menggelar laga kontra Persipura Jayapura di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Sabtu (1/12/2018). Denda mencapai Rp45 juta itu diberikan PSSI akibat insiden pelemparan botol dari suporter ke lapangan.

CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya, mengaku denda yang diterima timnya selama satu musim berkiprah di Liga 1 itu sangat berat. Meski pun selama ini, untuk membayar denda itu PSIS Semarang turut disokong sumbangan dari suporter.

"Kita sangat berat membayar denda-denda itu, tapi bagaimana lagi memang hukuman dan aturan harus ditegakkan ya harus diterima,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu kepada Semarangpos.com, Rabu (12/12/2018).

Yoyok menambahkan selama mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah suporter di lapangan, pihaknya selalu mengajukan banding. Hal itu dilakukan untuk mendapat keringanan. Selain itu, ia menilai insiden yang terjadi di lapangan bukan murni ulah suporter maupun panitia penyelenggara pertandingan (panpel) PSIS Semarang.

Tapi, banding kami selalu ditolak,” keluh Yoyok.

Besaran denda yang diterima selama satu musim berlaga di Liga 1 itu jelas memberatkan PSIS Semarang. Terlebih lagi, selama satu musim ini pengeluaran PSIS Semarang terbilang membengkak.

Dalam wawancara dengan Semarangpos.com, beberapa waktu lalu, Yoyok mengaku selama satu musim terakhir pihaknya merugi hingga Rp9 miliar. Kerugian itu disebabkan pengeluaran yang tidak terduga, terlebih PSIS Semarang selama satu musim terakhir harus mengungsi atau berpindah markas ke Magelang.

Total pengeluaran kami selama satu musim ini mencapai Rp26 miliar. Kalau dihitung-hitung [dengan pengeluaran sebanyak itu], kami merugi sekitar Rp9 miliar. Harapan kami, musim depan bisa berlaga di Semarang sehingga pengeluaran bisa lebih diminimalisasi,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD Jateng itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya