Di Semarang, Menkeu Akui Pertumbuhan Ekonomi Tak Merata

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tampil sebagai pembicara Seminar Prospek Bisnis dan Investasi Jawa Tengah 2019 di Kota Semarang, Jateng, Rabu (12/12 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
13 Desember 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati blak-blakan bicara kala tampil dalam Seminar Prospek Bisnis dan Investasi Jawa Tengah 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/12/2018). Ia mengakui, meskipun pertumbuhan ekonomi tinggi, namun tak merata terjadi di seluruh wilayah.

"Pertumbuhan ekonomi secara nasional tercatat 5,17%, tetapi dilihat dari profil pertumbuhan sebenarnya tidak cukup merata," kata Sri Mulyani.

Menurut dia, ada wilayah yang tumbuh cukup tinggi, seperti Sulawesi yang mencapai 6%. "Tetapi kontribusi terhadap GDP [gross domestic product] tidak terlalu besar," tambahnya.

Menurut dia, kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi masih berasal dari Pulau Jawa yang mencapai 5,7%. Demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu, lanjut dia, terdapat sejumlah kondisi yang harus dijaga, seperti sektor riil, kebijakan moneter, APBN, serta neraca pembayaran.

Ia menyebut tingkat inflasi nasional cukup stabil dengan kondisi APBN yabg sangat baik. "Angka kemiskinan turun hibgga berada di bawah 10%. Tahun depan presiden minta angka kemiskinan turun menjadi di bawah 9%," tambahnya.

Dari sektor belanja, ia menyebut negara juga cukup giat belanja dengan tingkat pertumbuhan sekitar 11%, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya 6,9%. Kondisi tersebut, menurut dia, juga didukung defisit APBN sebesar 1,9%, lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 2,2%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara