Sandi Pastikan Markas Prabowo Tak Dipindah ke Dekat Rumah Jokowi

Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno. (Bisnis/Timses Prabowo Subianto/Sandiaga Uno)
13 Desember 2018 12:50 WIB Jaffry Prabu Prakoso Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana memindahkan posko pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah, awal tahun depan. Ada beberapa tempat potensial yang dijadikan markas, namun Sandi menyebut terlalu jauh jika dipindahkan ke Solo.

Sandi mengatakan bahwa potensi memindahkan posko ke dekat rumah Presiden Joko Widodo di Solo telah dicoret dari daftar karena kurang strategis. Dia lebih memilih berada di sentral basis suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Terlalu jauh kalau di Solo. Mungkin di tengah-tengah seperti daerah Salatiga, Wonosobo, mungkin ya Temanggung daerah situ,” katanya di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Sandi menegaskan pemindahan ini berdasarkan permintaan sukarelawan saat kunjungan ke Jawa Tengah (Jateng). Di kandang banteng itu, peserta pemilihan presiden nomor urut 2 ini juga merasa tingkat pengenalan dan keterpilihan masih sedikit. Apalagi pada 2014 Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa kalah telak. “Untuk memudahkan mobilisasi dan logistik, tentunya akan sangat mudah kalau kita bergerak dari Jawa Tengah. Tempatnya di mana, lagi diputuskan tim pemenangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kamis (13/12/2018) hingga lima hari ke depan, Sandi akan kembali menyapa warga Jateng. Di sela-sela serapan aspirasi, dia berencana melakukan konsolidasi mengenai perpindahan posko. "Salah satu PR [pekerjaan rumah], kita akan kerja sama dengan pemerintah kota dan provinsi untuk mengurangi kemiskinan yang signifikan di Jateng. Tentu dengan tingkat penghasilan, perbaikan ekonomi, dan penurunan biaya hidup kita akan turunkan tingkat kemiskinan,” jelasnya.

Sebelumnya Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Sudirman Said menjelaskan bahwa markas perjuangan peserta pilpres nomor urut 2 ini akan dipindah ke Jateng mulai awal tahun 2019. Dengan perhatian Sandi yang lebih di wilayah yang merupakan kandang banteng, Sudirman optimistis elektabilitas Prabowo-Sandi bisa melebihi 42%. Saat itu, Prabowo hanya mendapat 6.485.720 (33,25%) dari Jokowi yang memperoleh 12.959.540 (66,65%).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis