Menteri ESDM Pastikan Listrik Jawa-Bali Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan keterangan kepada wartawan. (Bisnis/Istimewa)
14 Desember 2018 22:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, UNGARAN — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan listrik untuk wilayah Jawa dan Bali mencukupi untuk kebutuhan perayaan Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau langsung Area Pengatur Beban (APB) Jateng-DIY di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kunjungan kerja itu dilakoni Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk memantau langsung keandalan pasokan listrik, utamanya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta jelang Hari Natal dan Tahun Baru. APB Ungaran merupakan Sub-Unit Pusat Pengaturan Beban (UP2B) Jawa Bali yang berada di Gandul, Cinere, Jawa Barat.

"Kegiatan ini untuk melihat kesiapan pasokan listrik yang akan digunakan untuk kegiatan operasi Hari Natal dan Tahun Baru. Biasanya memang kalau daerah wisata, karena ini Jawa Tengah salah satu destinasi wisata, termasuk DIY dipantau pasokannya cukup atau tidak," jelas Jonan dalam keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (13/12/2018).

Diperkirakan pada bulan Desember 2018 beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bali cenderung menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya karena adanya libur akhir tahun dan berkurangnya aktivitas industri. "Beruntung ini menurut teman-teman PLN mungkin banyak industri besar akan mengurangi aktivitas, jadi bisa digunakan untuk tambahan penggunaan atau beban lain selama Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Dengan banyaknya industri besar yang mengurangi kegiatannya, maka kelebihan daya dapat dialihkan untuk kegiatan dan acara-acara liburan Harin Natal dan Tahun Baru. "Ini kan interkoneksinya Jawa-Bali, mustinya cadangan kurang lebih 30% ada, jadi tidak ada masalah, aman. Secara nasional juga relatif tidak ada masalah," jelas Jonan.

PT PLN (Persero) juga telah menyiagakan petugas agar masyarakat dapat melakukan aktivitas libur Hari Natal dan Tahun Baru. "Menurut penjelasan PLN biasanya 25% pegawai harus siaga atau stand by," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin mengatakan bahwa petugas PLN akan berjaga di pusat-pusat gardu induk serta di lokasi acara puncak perayaan natal dan tahun baru. Sementara pemeliharaan jaringan untuk transmisi, gardu induk dan distribusi juga telah dilakukan.

"Saat Natal dan Tahun Baru tak ada pemeliharaan, biasanya kita lakukan H-5 dan H+5, jadi tanggal 20 Desember 2018 terakhir pemeliharaan untuk jaringan, dan dilakukan lagi tanggal 5 Januari 2019," jelas Amir.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis