Mancing di Kaligarang Semarang, Mahasiswa Unnes asal Sukoharjo Tersapu Air Bah

Tim Basarnas Jateng tengah melakukan pencarian terhadap mahasiswa Unnes asal Sukoharjo yang diduga hanyut di Sungai Kaligarang, Semarang, Minggu (16/12 - 2018). (Semarangpos.com/Basarnas Jateng)
16 Desember 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Anung Sandi Bakthiar, asal Ngruki RT 003/RW 006, Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, hanyut terbawa arus Sungai Kaligarang, Desa Patemon, Kecamatan Gunung, Kota Semarang. Ia hanyut terbawa aliran sungai saat tengah memancing bersama rekan-rekannya, Sabtu (15/12/2018) sore.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, korban pergi memancing bersama rekan-rekannya,  yakni Darsono, 35, Rudi, 46, Kamdi, 52, dan Santo, 50, pada Sabtu siang. Namun, sekitar pukul 15.30 WIB, tiba-tiba a terjadi bandang di aliran Sungai Kaligarang.

Air bah yang datang tiba-tiba itu pun aliran sungai berupa menjadi deras dan meluap. Para pemancing yang dikejutkan dengan datangnya air bah itu pun langsung berlarian untuk menyelamatkan diri.

Namun, nahas dialami Sandi. Mahasiswa berusia 23 tahun itu gagal menyelamatkan diri dan diduga hanyut terbawa arus Sungai Kaligarang hingga tak tak diketahui jejaknya.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng, Agung Hari Prabowo, mengaku langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian begitu mendengar kabar adanya pemancing yang terseret arus Sungai Kaligarang. Namun, hingga Sabtu malam, sekitar pukul 22.30 WIB, pencarian tak kunjung menemui hasil.

Pencarian pun dilanjutkan pada Minggu (16/12/2018) sejak pagi. Namun, hingga Minggu sore pencarian juga belum berhasil menemukan korban.

“Kami [Basarnas Jateng] dibantu potensi SAR, seperti BPBD, polsek, koramil, polrestabes, Sarda, MTA, IOF, Ubaloka, UKSA, Buser, dan Sernu telah melakukan penyisiran di aliran Sungai Kaligarang. Penyisiran kami lakukan dari lokasi hanyutnya korban hingga Pleret, Sungai Banjir Kanal Timur. Namun, saat ini pencarian belum menemukan hasil,” ujar Agung dalam keterangan resmi.

Agung mengaku timnya mengalami sedikit kendala dalam melakukan pencarian. Kondisi aliran sungai yang bervariasi mulai 40 sentimeter (cm) hingga dua meter, serta cuaca yang berubah-ubah menjadi kendala tim SAR dalam menemukan korban yang diduga hanyut itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya