Selamat dari Tsunami Selat Sunda, 25 Mahasiswa Undip Tiba di Semarang

Ilustrasi korban tsunami. (dok. Solopos.com)
26 Desember 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 25 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang selamat dari tsunami Selat Sunda akhirnya tiba di Semarang, Rabu (26/12/2018). Mereka tiba di Semarang melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Rabu pagi.

Dosen Ilmu Kelautan FPIK Undip, Munasik, mengaku seluruh mahasiswa dalam kondisi baik-baik saja. Hanya ada satu mahasiswa yang mengalami luka ringan di bagian kaki.

“Ini saya sedang menjemput mereka di Bandara Ahmad Yani. Kondisinya selamat semua. Tapi, ada satu yang terluka, kakinya lecet-lecet karena katanya sempat terpeleset saat menyelamatkan diri naik ke bukit di Pulau Legundi,” ujar Munasik kepada wartawan di Semarang, Rabu.

Saat tsunami Selat Sunda terjadi, 25 mahasiswa FPIK Undip Semarang itu tengah berada di Pulau Legundi, Lampung. Mereka di lokasi tersebut karena tengah menjalani tugas belajar.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, selain 25 mahasiswa FPIK Undip terdapat dua alumni dan satu dosen Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sea Crest yang berada di Pulau Legundi saat tsunami menerjang,

Munasik mengatakan pihak kampus berencana membawa para mahasiswa itu ke kampus lebih dulu sebelum memulangkan ke kampung halaman masing-masing. Meski demikian, rencana itu bisa berubah tergantung kondisi psikologi dan fisik para mahasiswa.

“Nanti, kami akan tawarkan kepada mereka apa mau istirahat ke kampus dulu, atau mau langsung pulang ke rumah masing-masing. Hampir seluruh mahasiswa saat ini kondisinya masih lelah. Apalagi dari Jakarta ke Semarang mereka juga belum makan,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Departemen Ilmu Kelautan Undip itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya