KREDIT USAHA : Jamkrida Jateng Berikan Penjaminan Kredit 2.313 UMKM

Ilustrasi layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan. (JIBI/Solopos - Antara)
10 Oktober 2015 01:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Kredit usaha bagi 2.313 UMKM di Jateng akan diberi penjaminan kredit oleh PT Jamkrida.

Kanalsemarang.com, SEMARANG-PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Tengah telah mampu memfasilitasi penjaminan kredit kepada 2.313 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan nilai jaminan mencapai Rp41,5 miliar sejak didirikan pada akhir 2014 hingga saat ini.

"Selain itu, Jamkrida sedang berusaha memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kordinator Perekonomian supaya bisa menjadi salah satu penjamin kredit usaha rakyat," kata Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Jawa Tengah Djoko Sutrisno di Semarang, Kamis (8/10/2015).

Ia menjelaskan Jamkrida siap memberikan penjaminan kredit yang disalurkan Lembaga Pinjaman Dana Bergulir (LPDB) melalui beberapa lembaga keuangan ke berbagai bidang usaha, terutama untuk mengembangkan ekonomi masyarakat di sektor pembiayaan UMKM dan koperasi.

Menurut dia, dalam kondisi perekonomian kurang bagus seperti sekarang, keberadaan UMKM tetap eksis dan mampu bersaing untuk menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing.

"Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas keberadaan beberapa perusahaan daerah dan bank perkreditan rakyat yang memfasiltasi jutaan UMKM di Jateng untuk pengembangan perekonomian," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengharapkan para pelaku UMKM di berbagai bidang diharapkan memanfaatkan Jamkrida untuk mengembangkan usahanya masing-masing.

"Dengan adanya Jamkrida membuat para pelaku UMKM memiliki kesempatan mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan penjaminan dari lembaga itu," katanya.

Heru menjelaskan bahwa keberadaan sekitar 3,7 juta UMKM yang tersebar di Jateng mampu menampung tenaga kerja yang sangat banyak, terutama para pekerja dengan pendidikan rendah yang tidak tertampung pada industri besar.

Menurut dia, UMKM memiliki banyak keunggulan antara lain, meningkatkan daya saing investasi dan keberlangsungan pasar lokal di Jateng, menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan masyarakat yang berpendidikan rendah dan memiliki keterampilan terbatas.

"Setelah tenaga kerja terserap oleh UMKM, mereka akan punya penghasilan sehingga daya beli produk-produk lokal pun diharapkan meningkat dan dapat mengikis pola pikir masyarakat yang masih mengunggulkan produk luar negeri, padahal potensi pasar lokal di Jateng sangat besar," ujarnya.