Pemprov Jateng Gandeng Twitter Tingkatkan Pelayanan Publik

Ilustrasi Twitter (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
28 September 2016 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Pemprov Jawa Tengah (Jateng) akan lebih ditingkatkan dengan menggandeng perusahaan layanan jejaring sosial, Twitter.

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan layanan media jejaring sosial asal Amerika Serikat, Twitter. Langkah ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Jateng dalam meningkatkan pelayanan publik melalui media jejaring sosial.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Pemprov Jateng, Sinoeng, menjelaskan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Twitter ini rencana akan dilakukan pertengahan pekan ini. “Twitter dipilih sebagai jejaring sosial yang diajak kerja sama oleh Pemprov karena jejaring sosial ini paling populer di kalangan masyarakat. Selain itu, Twitter juga lebih mudah digunakan,” terang Sinoeng kepada Semarangpos.com, Selasa (27/9/2016).

Sinoeng mengaku kerja sama antara instansi pemerintah daerah dengan Twitter di Indonesia ini baru kali pertama dilakukan oleh Pemprov Jateng. Kerja sama ini diharapkan menjadi terobosan baru pelayanan Pemprov Jateng kepada warga masyarakat Jateng. Terobosan ini pun, lanjut Sinoeng, diharapkan akan meningkatkan kinerja instansi-instansi pemerintah, terutama yang masuk kategori vertikal, seperti Kejaksaan Tinggi, Pengadilan Negara, atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jateng.

Oleh karenanya, setelah penandatanganan MoU nanti instansi-instansi vertikal itu wajib memiliki akun Twitter resmi. Pasalnya, selama masih ada instansi-instansi pemerintah di Jateng yang masih menggunakan akun Twitter milik personal sebagai akun milik lembaga tempat mereka bekerja.

“Akun resmi itu ditandai dengan simbol centang biru di belakang nama pemiliknya. Jadi, nanti warga masyarakat bisa memberikan masukan, saran maupun pengaduan pada instansi-instansi di Jateng pada akun Twitter resmi itu. Dengan begitu diharapkan pengaduan masyarakat itu bisa langsung ditangani oleh instansi yang bersangkutan,” beber Sinoeng.

Sinoeng juga berharap masyarakat yang memberikan pengaduan atau keluhan lewat Twitter ke instansi-instansi pemerintahan di Jateng itu juga menggunakan akun resmi miliknya. Jika tidak, pengaduan pun akan sulit untuk dilayani.

“Jadi kerja sama dengan Twitter ini juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana bermedia sosial yang baik dan benar. Kalau pakai akun palsu tentu tidak akan dilayani. Jadi sebaiknya pakai akun resmi yang menunjukkan identitas kita agar bisa dipertanggungjawabkan,” terang Sinoeng.

http://www.semarangpos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya