PERUMAHAN RAKYAT : BTN Siapkan KPR Mikro bagi Pekerja Informal

Pembangunan perumahan bersubsidi untuk rakyat terus dilakukan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (1/8/2016). Pemerintah memberlakukan subsidi uang muka Rp4 juta kepada setiap debitur bersamaan dengan penerapan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi selisih bunga (SSB) sebagai pengganti program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) guna mendorong pertumbuhan penjualan rumah bersubsidi. (JIBI/Solopos/Antara - Aditya Pradana Putra)
24 Februari 2017 23:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Perumahan yang mendukung program pemerintah mewujudkan sejuta rumah bagi rakyat didukung BTN melalui KPR Mikro bagi pekerja informal.

Semarangpos.com, SEMARANG – PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. meluncurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) BTN Mikro untuk pekerja informal. Skema kredit itu dirancang untuik mendukung program pemerintah mewujudkan sejuta rumah bagi rakyat.

"Produk ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah terutama pekerja di sektor informal yang jumlahnya diprediksi mencapai 6,5 juta orang," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono usai peluncuran KPR BTN Mikro di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/2/2017).

Dia mengatakan produk KPR BTN Mikro ini membidik keluarga atau individu yang memiliki penghasilan rata-rata Rp1,8 juta hingga Rp2,8 juta/bulan. "Segmen masyarakat ini merupakan segmen yang paling membutuhkan akses pembiayaan karena mereka tidak masuk dalam kategori penerima KPR subsidi baik dalam skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) maupun subsidi selisih bunga (SSB) dan juga subsidi bantuan uang muka (SBUM) yang dikucurkan pemerintah," katanya.

Meskipun menyasar segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dia mengatakan KPR BTN Mikro ini bukan bagian dari program bantuan pendanaan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. "Pendanaan KPR Mikro ini murni inisiatif Bank BTN," katanya.

Untuk suku bunga KPR BTN Mikro ini sebesar 7,99%/tahun dengan sistem angsuran mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan. Kredit perumahan rakyat itu dapat digunakan untuk pembelian rumah baru atau second, pembelian kavling, pembangunan rumah di atas lahan yang sudah dimiliki, dan perbaikan atau renovasi rumah.

Maryono mengatakan untuk pembelian rumah pertama, Bank BTN menerapkan uang muka sebesar 1%, sedangkan untuk renovasi rumah atau pembangunan rumah, uang muka diwajibkan minimal 10%. "Uang muka ini bisa digunakan untuk mencairkan KPR Mikro, dengan plafon maksimal Rp75 juta," katanya.

Penyaluran KPR BTN Mikro tahun ini senilai Rp150 miliar. Untuk tahap awal, KPR BTN Mikro ini menyasar ke asosiasi pedagang mi dan bakso.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyambut baik program tersebut. "Seharusnya untuk MBR segmen progam FLPP juga bisa masuk ke sini. Segmen pedagang mie dan bakso ini jumlahnya di seluruh Indonesia mencapai jutaan, harapannya bisa membantu mereka memperoleh rumah yang layak," katanya.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya