GUBERNUR JATENG : Ganjar Ajak Lawan Ujaran Kebencian di Media Sosial

Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Tengah (BI Jateng) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jateng, Jumat (28/4/2017), meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Harga Dan Produksi Komoditas (Sihati) Generasi III di Kota Semarang. Sebagai penanda peluncuran Sihati Generasi III itu, Kepala Kanwil BI Jateng Hamid Ponco Wibowo bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang didampingi Sekda Jateng Sri Puryono menumbuk lesung bersama. (JIBI - S
27 Agustus 2017 23:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak warganya melawan ujaran kebencian di media sosial.

Semarangpos.com, JEPARA —  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat melawan ujaran kebencian yang marak di berbagai media sosial karena hal tersebut merupakan salah satu ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Karena mereka ada di media sosial, maka harus dilawan. Kita tunjukkan kepada publik bahwa itu keliru, ngawur dan harus kita lawan," kata Ganjar di sela-sela kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) ke-72 Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Jepara, Minggu (27/7/2017).

Menurut Ganjar, jika konten ujaran kebencian yang dipublikasikan di media sosial itu tidak dikonfirmasi secara cermat, maka sangat mungkin netizen atau warganet akan terhasut dan terjebak di dalam permusuhan. Oleh karena itu, Ganjar meminta masyarakat, khususnya para generasi muda, berani melawan berbagai ujaran kebencian yang dibacanya melalui media sosial.

"Ternyata ada hlo yang jualan radikalisme dan terorisme secara online, bahkan ujaran kebencian itu dijual dengan harga sampai ratusan juta rupiah," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Ganjar menjelaskan Indonesia adalah bangsa yang kaya karena keragaman suku, ras, dan budaya sehingga meskipun masyarakatnya berbeda-beda, namun dapat hidup rukun berdampingan. "Ada ribuan suku di Indonesia tapi damai karena kita punya Pancasila, kita implementasikan sehari-hari, kita mengakui bahwa kita berke-Tuhanan Yang Maha Esa, ada rasa saling menghormati antarsesama," katanya.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya