PENDAPATAN DAERAH : Pemprov Jateng Targetkan PAD 2018 Rp12,9 Triliun

20 Februari 2018 23:50 WIB Semarang Share :

Pendapatan asli daerah (PAD) Jawa Tengah (Jateng) pada 2018 ditarget mencapai Rp12,9 triliun.

Semarangpos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2018 mencapai Rp12,9 triliun. Target itu dinilai cukup relevan mengingat Jateng memiliki sumber pendapatan yang cukup berlimpah dari sektor pajak, terutama pajak kendaraan bermotor (PKB).

Kepala Bidang Retribusi dan Pendapatan Lain-Lain Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD), Eddy S. Bramantyo, menyebutkan pada tahun 2017 PAD Jateng mencapai Rp12,5 triliun. Jumlah itu diklaim melampaui target yang sebelumnya dicanangkan Rp12,2 triliun.

"PAD Rp12,5 triliun bersumber dari pajak kendaraan bermotor, pajak BPKB, pajak air permukaan, pajak bumi dan bangunan, serta pajak rokok. Pendapatan paling banyak berasal dari pajak kendaraan bermotor mencapai 40%," ujar Eddy dalam acara diskusi di Quest Hotel, Semarang, Selasa (20/2/2018).

BPPD Jateng sudah mempunyai perhitungan yang matang untuk merealisasikan target yang sudah dicanangkan. Bahkan, ia berani menargetkan Rp12,5 triliun bisa dicapai pada November nanti.

"Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan PAD melalui sektor pajak, dengan melakukan beberapa sosialisasi pentingnya membayar pajak. Mulai Januari semua sektor kami genjot, agar PAD Jateng semakin tinggi untuk pembangunan daerah," katanya.

Target PAD yang cukup tinggi bisa saja tidak tercapai jika pengguna kendaraan bermotor tidak membayar pajak. Sebab pajak kendaraan bermotor berkontribusi besar terhadap total PAD di Jateng.

"Ada 3,5 juta kendaraan bermotor yang belum membayar pajak, maka itu sosialisasinya perlu digencarkan,” tutur Eddy.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Yahya Haryoko, mengatakan perekonomian Jateng mengalami pertumbuhan mencapai 5,7% pada 2017. Dengan tren itu, ia pun optimistis target PADA pada tahun 2018 bisa tercapai.

Selain itu, pengoptimalan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jateng bisa menambah pemasukan terutama melalui sektor jasa keuangan seperti Bank Jateng serta BPR BKK di tiap kota/kabupaten.

"Kami tahun ini akan melakukan roadshow ke 35 cabang Bank Jateng yang ada di tiap daerah. Harapan kami tiap cabang nanti bekerja secara maksimal untuk menghasilkan laba yang menunjang PAD,” tutur Yahya.

Yahya menyebutkan tahun politik bisa menjadi boomerang jika pemerintah dan aparat keamanan tidak dapat menjaga suhu politik di Jateng. "2018 sebagai tahun politik bisa saja menjadi tahun yang buruk untuk perekonomian jika kondisi tidak aman. Namun saya percaya untuk Pilkada di Jateng akan berlangsung aman dan tidak terjadi gejolak apapun.”

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya