SATWA LIAR SEMARANG: Kawanan Kera Hutan Tinjomoyo Serbu Permukiman Warga

Kera ekor panjang berkeliaran di lingkungan Pastoran Johannes Maria, Semarang. (Istimewa/pengurus Pastoran Johannes Maria)
03 April 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Populasi satwa liar, kera ekor panjang, di Kota Semarang rupanya tidak hanya berada di kawasan Goa Kreo, Jatibarang, Kecamatan Gunungpati. Populasi kera ekor panjang di Semarang rupanya juga terdapat di kawasan Hutan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik.

Puluhan kera jenis ini bahkan kerap mendatangi permukiman penduduk yang berada di sekeliling hutan itu, tak terkecuali pada Senin (2/4/2018). Sekitar 20-an kera ekor panjang terlihat di kompleks Gedung Pastoran Johannes Maria di Jl. Pawiyatan Luhur, Gajahmungkur, Semarang.

Kehadiran kawanan kera ini sempat membuat warga panik. Salah satunya, Agus, yang saban hari bertugas sebagai penjaga gedung Pastoran milik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata.

“Para kera itu biasanya muncul saat siang hari. Tadi juga muncul, sekitar pukul 12.00 WIB. Ada sekitar 20-an ekor. Mereka naik ke atap, bahkan sempat mau masuk ke dalam gedung dengan cara menarik-narik gagang pintu. Untungnya, pintu sudah saya kunci,” ujar Agus saat dijumpai wartawan di Gedung Pastoran Johannes Maria, Senin siang.

Agus mengatakan munculnya kawanan kera di siang bolong itu sempat membuat warga resah. Hal itu dikarenakan, kera tersebut kerap merusak tanaman dan menjarah makanan.

“Pas nyelonong masuk pastoran saja kue keranjang milik Rama Budi pernah diambil. Makanya, biar enggak terulang lagi, pintunya saya kunci rapat-rapat,” ujar Agus.

Salah seorang penjaga hutan wisata Tinjomoyo, Suparno, membenarkan jika ada kawanan kera yang berhabitat di hutan tersebut. Meski demikian, kawanan kera itu cukup jinak karena jarang keluar hutan.

“Kemarin pas musim penghujan, mereka bahkan enggak pernah muncul. Sekarang memasuki musim kemarau, mungkin karena makanan di hutan habis, kera-kera itu jadi keluar,” tutur Suparno.

Suparno menambahkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah menggiatkan wisata di Hutan Tinjomoyo melalui Pasar Semarangan yang digelar setiap akhir pekan. Setiap perhelatan Pasar Semarangan itu, kawanan kera Hutan Tinjomoyo pun tak pernah menampakkan diri.

“Maka itu saya anggap keranya tidak liar. Kalau merambah ke permukiman penduduk, mungkin hanya sebatas mencari makanan,” jelas Suparno.

Sementara itu, pastor yang menempati Gedung Pastoran Johannes Maria, Rama Aloysius Budi Purnomo, tidak merasa terganggu dengan kehadiran kawanan kera itu. Ia justru merasa kera-kera itu muncul untuk menemani dirinya yang setiap hari memberi pelayanan keagamaan kepada umat Katolik.

“[Kera] sering muncul, hampir setiap hari. Bahkan, sejak kali pertama saya tinggal di pastoran ini, tepatnya 23 November 2018. Tapi, enggak pernah mengganggu. Bahkan, jadi hiburan jemaat yang datang ke sini, terutama anak-anak,” tutur pastor yang piawai memainkan saksofon itu.