Pencarian Pendaki Selandia Baru Diperluas ke Selo

Gunung Merbabu. (Solopos/Dok)
06 April 2018 11:00 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :
Semarangpos.com, SEMARANG - Pencarian pendaki asal Selandia Baru, Andrey Voytech, yang dikabarkan hilang di Gunung Merbabu tak kunjung membuahkan hasil. Tim pencarian pun berencana memperluas pencarian hingga ke jalur Selo, Boyolali.
Hingga hari keenam pencarian, Jumat (6/4/2018), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan pendaki berusia 39 tahun itu. Pencarian pun rencana dihentikan jika pada Sabtu (7/4/2018), jejak pendaki asal Selandia Baru itu belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan.
"Sesuai SOP memang pencarian dilakukan selama tujuh hari. Jika belum ketemu, praktis kami hentikan. Enggak tahu, kalau ada instruktur dari pusat terkait kebijakan diplomatik antardua negara," terang Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin M., saat dihubungi Semarangpos.com, Jumat.
Noer menambahkan selama ini upaya pencarian sudah dilakukan secara total oleh tim SAR gabungan. Bahkan, pada hari ini pencarian akan diperluas di jalur pendakian Selo, setelah sebelumnya pencarian dilakukan dari jalur Thekelan.
Di jalur Thekelan, tim SAR gabungan dibagi dalam 6 search and rescue unit (SRU). Mereka menyisir daerah Kalimenek hingga Dusun Cuntel, lokasi terakhir pendaki asal Selandia Baru itu terlihat.
Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di Desa Batur Kulon hingga air terjun Desa Nelelo, Posko 1, Kali Gunung, Watu Tadah, hingga Batur Kidul.
"Pencarian terus kami optimalkan. Tidak hanya di Gunung Merbabu, kami juga mengumpulkan data-data keberadaan survivor itu saat di hotel maupun kantor Imigrasi. Tapi datanya sangat minim," beber Isrodin.