Dermaga Tanjung Emas Telan Investasi Rp280 M

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, Jawa Tengah. (Antara/Aditya Pradana Putra)
12 April 2018 02:50 WIB Peni Widarti Semarang Share :

Semarangpos.com, SURABAYA — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menginvestasikan dana senilai Rp280 miliar tahun 2018 ini untuk proyek peninggian dermaga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang menjadi setinggi 3,2 meter low water spring (LWS) atau permukaan air.

CEO Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Regional Jawa Tengah Ardhy Wahyu Basuki menjelaskan dari dimensi terminal seluas 38 m x 300 m ditinggikan 2,1 m LWS atau dari semula 1,1 m LWS menjadi 3,2 m LWS.

“Pekerjaan peninggian dermaga ini dilaksanakan selama sembilan bulan oleh PT Hutama Karya (Persero) yang kontrak kerja samanya sudah ditandatangani hari ini,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Surabaya, Selasa (10/4/2018).

Kepala Wilayah IV Hutama Karya Andung Damar Sasongko menyatakan proyek bersama Pelindo III tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi perseroan. Pengerjaan proyek tersebut dilakukan dengan metode manajemen pembangunan (building management method/BIM) sesuai arahan Pelindo III.

"BIM merupakan suatu sistem yang bisa mengubah konsep konstruksi di Indonesia. Dengan menerapkan BIM, tingkat kecocokan dari tahapan design, planning, construction, dapat dioptimalkan, sehingga dapat menghemat biaya dan waktu,” terangnya.

Adapun peninggian dermaga Terminal Samudera yang sebelumnya untuk general cargo tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikannya sebagai dermaga peti kemas. Nantinya, container crane (alat angkat peti kemas) di Terminal Peti Kemas Semarang bakal ada yang dipindahkan ke Terminal Samudera. Selain itu, dermaga ini juga akan terkoneksi dengan jalur rel kereta api, sehingga pengangkutan peti kemas akan semakin lancar dan biaya logistik di Semarang bisa lebih efisien.