BPBD Jateng Ajak Bentuk Desa Tangguh Bencana, Inilah Manfaatnya...

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana. (Twitter/Sarwa Pramana)
12 April 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah terus mendorong pembentukan desa tangguh bencana di daerah-daerah yang rawan disatroni bencana sebagai upaya mengurangi dampak risiko bencana bagi masyarakat.

"Terkait dengan hal itu, tiap desa diminta menyiapkan fasilitas di balai desa masing-masing agar bisa dijadikan sebagai tempat pengungsian saat terjadi bencana," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana di Kota Semarang, Kamis (12/4/2018).

Ia telah meminta agar seluruh balai desa difasilitasi untuk ditempati oleh masyarakat yang mengungsi saat terjadi bencana. "Yang paling penting tolong ditambah MCK-nya karena pada saat pengungsian menjadi sangat kurang dan dibutuhkan para pengungsi," ujarnya.

Sarwa menjelaskan penanganan penanggulangan bencana menjadi urusan dan tanggung jawab bersama dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah, melainkan juga masyarakat serta dunia usaha. Saat satu daerah terdampak bencana, kata dia, maka kabupaten/kota lainnya dan seluruh pemangku kepentingan harus turun ke lapangan untuk membantu penanganan bencana.

"Saya tidak mau bicara lembaga BPBD alatnya terbatas, lembaganya baru, tapi bagaimana kita mendorong satu daerah terdampak bencana, kabupaten lainnya merapat supaya bisa menutup kekurangan logistik dan sebagainya," katanya.

Sebagai upaya mengurangi sampak risiko bencana, BPBD Jateng memasang secara bertahap alat peringatan dini bencana alam di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Sumber : Antara