Berniat Haji Plus atau Umrah? Cek Dulu Biro Perjalanannya!

Puluhan calon jemaah umrah dari agen travel PT Pandan Harum Sakinah (PHS) diduga menjadi korban penipuan. (Bisnis/Miftahul Khoer)
18 April 2018 05:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Maraknya biro travel haji plus dan umrah yang bermasalah belakangan hari ini ditangkal Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah dengan apliksi pesawat telepon pintar (smartphone) Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Sipatuh). Dengan memanfaatkan perangkat lunak teknologi informasi itu diharapkan calon jemaah umrah dan haji bisa terhindar dari biro perjalanan yang berniat melakukan penipuan.

Solihin dari Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jateng mengatakan guna menyaring adanya biro umrah dan haji plus yang tidak mempunyai izin usaha, baik dari kemenag maupun dari dinas pariwisata, calon jemaah umrah dan haji plus bisa mengeceknya di data yang dihimpun Kemenag. Di Jateng, katanya, terdapat 26 biro perjalanan haji plus dan umrah asli Jateng serta 56 perwakilan biro perjalanan haji plus dan umrah dari daerah lain.

"Jawa Tengah mempunyai cukup banyak biro umrah, namun yang masih belum memiliki izin lebih banyak. Untuk itu, penerapan Sipatuh harus dilakukan untuk menyaring biro umrah tidak berizin," tutur Solihin sebagaimana dipublikasikan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (17/4/2018).

Menurut Solihin, saat melakukan perpanjangan izin, pihaknya mewajibkan setiap biro perjalanan haji plus dan umrah memenuhi berbagai persyaratan mengenai perizinan, termasuk mendaftarkan tempat usaha mereka melalui aplikasi Sipatuh. Dengan demikian, biro perjalanan haji plus dan umrah berizin bakal lebih mudah terpantau dan penipuan umrah bisa dihindari.

Sholihin menambahkan banyaknya biro perjalanan haji plus dan umrah yang menawarkan promo harga murah sehingga dimanfaatkan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), yang tidak amanah untuk mencari keuntungannya sendiri. "Saat ini banyak biro umrah yang tidak amanah yang kemudian dana para jemaah umrah malah dimanfaatkan untuk investasi fisik yang ujung-ujungnya bermasalah. Selain itu, masih ada pula biro yang memakai sistem MLM yang bisa merugikan jemaah umrah," tambahnya.

Solihin mengimbau masyarakat yang ingin menjalankan ibadah umrah dan tengah memilih biro umrah, memastikan beberapa hal. Pertama, pastikan legalitas biron perjalanannya dengan mengecek di website haji.kemanag.go.id. Lalu, sambungnya, pastikan jadwal penerbangan pulang perginya, pastikan paketnya, pastikan akomodasinya atau hotel minimal bintang 3, serta terakhir pastikan visanya.

"Kami berharap maraknya biro-biro yang tidak kredibel itu masyarakat selau waspada dan berhati-hati, dengan selalu melakukan pengecekan terhadap izin dari suatu biro," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Devisi Syariah Bank Jateng, Rizeni Arifin, menambahkan pengecekan dan verifikasi memang harus dilakukan masyarakat terhadap biro jasa umrah dengan melihat apakah pihak biro telah bekerja sama dengan bank. "Masyarakat yang akan haji atau umrah juga bisa melihat bironya, kompeten atau tidak, serta melihat dia bekerja sama dengan bank atau tidak, karena bank ini biasanya bekerja sama dengan biro dan sudah melakukan verifikasi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya