BPBD Jateng Berlakukan 14 Hari Tanggap Darurat Gempa Banjarnegara

Petugas gabungan bersama sukarelawan membersihkan puing bangunan akibat gempa berkekuatan 4,4 SR di Desa Kertosari, Kalibening, Banjarnegara, Jateng, Kamis (19/4 - 2018). (Antara/Idhad Zakaria
19 April 2018 23:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menetapkan masa tanggap darurat penanganan gempa Banjarnegara selama 14 hari. Petugas gabungan BPBD, PMI, TNI, Polri, dan kelompok-kelompok sukarelawan hingga kini terus berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan reruntuhan.

Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara untuk menentukan langkah-langkah antisipatif untuk menangani warga yang terimbas bencana. Menurutnya, data jumlah korban terus diperbarui karena jumlahnya masih bisa bertambah. "Tim gabungan masih terus melakukan pendataan serta proses evakuasi mencari korban terdampak," ucap Sarwa Pramana sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (19/4/2018).

Banjarnegara diguncang gempa berkekuatan 4,4 SR pada Rabu (18/4). Akibatnya, tiga orang meninggal dan puluhan lainnya menderita luka-luka. Gempa tersebut berpusat di darat pada kedalaman 4 km pada jarak 52 km utara Kebumen. Gempa tidak berpotensi tsunami. BMKG melaporkan lokasi pusat gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka, bencana alam gempa bumi yang mengguncang Banjarnegara, Jateng itu juga menyebabkan rusaknya 316 unit rumah dan sejumlah bangunan umum lain di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, dan Desa Plorengan. Tak kurang dari 2.104 jiwa dari 526 KK akhirnya harus mengungsi ke sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Kalibening.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya