Bencana Jateng: Rumah Roboh Akibat Gempa Banjarnegata Disantuni Rp15 juta

Plt. Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko (kiri) berdialog dengan korban gempa di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Kamis (19/4 - 2018). (Antara/Sumarwoto)
20 April 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Bencana alam gempa bumi di Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2018), merobohkan ratusan rumah. Pemprov Jateng pun sigap bersikap. Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko langsung datang ke lokasi dan menjanjikan santunan Rp15 juta untuk setiap rumah yang roboh diguncang gempa.

Gempa tersebut mengakibatkan 316 rumah di Kecamatan Kalibening mengalami kerusakan, 62 unit di antaranya berlokasi di Desa Kertosari, 217 lainnya di Desa Kasinoman, dan 37 unit di Desa Plorengan. Gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, yaitu tiga masjid, satu musala, dan satu gedung SMPN 2 Kalibening.

"Bantuan dari provinsi akan kami susulkan. Untuk rumah roboh Rp15 juta, untuk yang rusak berat Rp10 juta," paparnya di hadapan wartawan seusai berdialog dengan korban gempa di lokasi pengungsian, Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, Kamis (19/4/2018) petang.

Dia mengakui alokasi anggaran yang dimiliki Pemprov Jateng untuk membantu korban gempa tersebut tidak mencukupi kebutuhan. Kendati demikian, dia optimistis bantuan untuk korban gempa tersebut dapat dipenuhi dengan cara gotong royong, antara lain dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sebagainya.

"Yang penting nanti mereka bisa bertempat tinggal kembali, tentu tidak bisa serta merta dalam waktu satu hari, dua hari. Ini kami agendakan pasti," katanya.

Ia mengatakan yang terpenting masa tanggap darurat harus diatasi sembari kompleks permukimannya diberesi agar warga bisa kembali pulang ke rumah masing-masing.

"Sekarang belum memungkinkan [pulang] karena yang tidak roboh, saya lihat rusak berat sehingga berbahaya kalau ditempati," kata Heru Sudjatmoko yang hadir dengan didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng Sujarwanto Dwiatmoko dan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

Terkait dengan masa tanggap darurat, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan pihaknya telah menetapkan selama tujuh hari. "Kalau perlu, kami tambah lagi tujuh hari sehingga 14 hari," katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan jika bencana gempa bumi biasanya sehari akan selesai. Menurut dia, waktu atau masa tanggap darurat selama satu pekan digunakan untuk menenteramkan masyarakat dan pembersihan.

"Nanti memang untuk rumah yang tidak layak memang harus menumpang. Itulah yang dipikirkan untuk huntara, hunian sementara," katanya.

Bantuan juga mengalir dari berbagai pihak. Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno misalnya dilaporkan Kantor Berita Antara datang langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono. Bank Jateng menyampaikan bantuan Rp200 juta bagi para korban gempa bumi itu.

Sumber : Antara