Wali Kota Cegah Pemugaran Kota Lama Semarang Kelamaan Ganggu Warga

Alat berat menggali permukan jalan di kawasan sarat bangunan cagar budaya, Kota Lama Semarang. (Antara/Aditya Pradana Putra)
27 April 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berniat tutun langsung mendorong percepatan revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang. Tekad itu didasarkan kesadaran bahwa proses pemugaran tersebut tidak boleh terlalu lama berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

"Saya akan turun langsung mendorong percepatan revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang," katanya saat berdialog dengan kontraktor dan komunitas pegiat Kota Lama Semarang di Semarang, Selasa (24/4/2018).

Diakuinya, dialog itu sengaja dilakukan sebagai respons atas keluhan pemilik gedung di kawasan Kota Lama karena terganggunya akses masuk ke sebagian gedung yang terdampak proyek revitalisasi. Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—mengaku telah mendapatkan masukan dari berbagai pihak terhadap respons atas proyek revitalisasi kawasan Kota Lama yang sedang dikerjakan pemerintah pusat.

Pada intinya, kata dia, masyarakat tidak mempersoalkan proyek revitalisasi yang sedang dikerjakan, tetapi harus ada koordinasi dengan pengelola atau pemilik gedung yang ada di Kota Lama. "Sebagai contoh, tadi dari Pak Bagyo selaku Ketua RW 001 Tanjung Mas yang menyampaikan tidak masalah akses jalan terganggu karena demi kebaikan bersama. Namun, harus ada pemberitahuan dulu," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu secara tegas langsung meminta kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama untuk membagikan surat edaran (SE) resmi yang mencantumkan timeline pengerjaan terencana. "Saya tekankan, jangan sampai ada rencana revitalisasi Kota Lama yang menutup semua jalan. Harus dikerjakan bertahap. Hari ini, saya tuntaskan, saya lakukan koreksi terhadap seluruh kegiatan," katanya.

Koreksi tersebut, kata dia, dilakukan terhadap seluruh kegiatan di kawasan Kota Lama, baik yang sifatnya proyek revitalisasi maupun penyelenggaraan kegiatan agar tidak merugikan pemilik usaha di Kota Lama. Termasuk, imbuh dia, pentingnya percepatan seperti terkait pengerjaan kawasan Jl. Letjen Suprapto yang ketika itu kontraktor menyampaikan butuh waktu empat pekan untuk memindah pipa PDAM.

"Kontraktor mengatakan butuh waktu empat minggu untuk memindah pipa PDAM. Tadi, saya langsung telepon Direktur Teknik PDAM Kota Semarang, saya katakan harus selesai dalam dua minggu," katanya.

Menurut Hendi, percepatan pengerjaan sangat penting karena salah satu roh kawasan Kota Lama adalah adanya tempat-tempat usaha yang menghidupkan aktivitas sehingga jika terlalu lama akan menimbulkan banyak kerugian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara