DPRD Jateng Ingin Bidang Pariwisata Dipisah

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana P. (kedua dari kanan) saat acara diskusi di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4 - 2018). (Solopos / Imam Yuda S.)
02 Mei 2018 19:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng agar bidang pariwisata menjadi kedinasan. Desakan itu disampaikan anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana Prasetya, menyusul banyaknya potensi wisata di Jateng yang selama ini belum tergarap secara optimal.

“Tidak bisa sektor pariwisata hanya dikelola oleh seorang pejabat sekelas kepala bidang. Harus langsung kepala dinas. Jateng mempunyai banyak potensi wisata, tapi belum banyak yang tergarap. Ini bukti penanganan yang serius,” ujar Didiek saat dijumpai Semarangpos.com seusai acara diskusi bertajuk Pengembangan Desa Wisata di Hotel Pandanaran, Semarang, Senin (30/4/2018).

Sejak awal 2017 lalu, sektor pariwisata di Jateng memang digabung dan diurus dalam jajaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Hal itu mengacu pada Perda No. 9/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Namun aturan itu dianggap kurang efektif sehingga perlu direvisi. Untuk merevisi perda itu, Didiek mengaku perlu ada evaluasi yang dilakukan setiap dua tahun sekali.

“Menurut saya pariwisata Jateng perlu dikembalikan lagi seperti semula, ke dinas. Namun, karena ini SOTK [Susunan Organisasi Tata Kerja] baru jadi baru bisa dievalusi setelah dua tahun. Tahun ini usulan awal dimasukkan dulu, tahun depan baru bisa dievaluasi,” imbuh Didiek.

Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jateng, Prambudi Prasutrisno, menilai pemisahan bidang kerja pariwisata menjadi dinas cukup menarik. Apalagi, pemerintah pusat telah memberikan target tersendiri bagi pariwisata Jateng. Pariwisata di Jateng ditarget mampu menarik 1,2 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

"Dengan target itu kita harus punya strategi dan kebajikan yang fokus dan tidak ditempel-tempel bidang lainnya. Saya akan mendukung itu dan kami akan fokus mengembangkan pariwisata di Jateng dengan potensinya,” ujar Prambudi.

Prambudi menambahkan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018, pariwisata di Jateng telah memenuhi target dari segi kunjungan wisatawan. Pariwisata di Jateng telah menampung sekitar 40,2 juta wisatawan domestik dan 780.000 wisatawan mancanegara.