BMKG Prakirakan Jateng Bagian Tengah Masih Hujan

Ilustrasi hujan. (Istockphoto.com
03 Mei 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Jawa Tengah bagian tengah masih berpeluang hujan meskipun bulan Mei ini mestinya sudah masuk musim pancaroba menjelang kemarau 2018.

Prakiraan cuaca Jateng itu, Rabu (2/5/2018), dikemukakan Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo. "Selain wilayah Jateng bagian tengah, sebagian wilayah Jateng selatan juga masih berpeluang hujan dengan curah berkisar 101 mm sampai dengan 300 mm atau masuk kategori menengah," katanya di Cilacap, Rabu.

Ia memprakirakan wilayah yang curah hujannya 201 mm hingga 300 mm itu antara lain Banyumas bagian utara atau sekitar Gunung Slamet, sebagian besar Kabupaten Purbalingga, Tegal bagian timur, Pemalang bagian selatan, Selain itu, sebagian besar Banjarnegara, Pekalongan bagian selatan, sebagian besar Wonosobo, Kebumen bagian timur-utara, Purworejo bagian utara, Batang bagian selatan, dan Temanggung bagian barat, serta Cilacap bagian selatan khususnya sekitar Teluk Penyu dan Pulau Nusakambangan.

Sementara itu, wilayah yang curah hujannya diprakirakan berkisar 151 mm-200 mm, di antaranya sebagian besar Kabupaten Cilacap, sebagian besar Banyumas, Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Purbalingga bagian selatan, Banjarnegara bagian barat, dan Kebumen bagian barat-utara. Wilayah yang curah hujannya diprakirakan berkisar 101 mm-150 mm, di antaranya Cilacap bagian barat, sebagian besar Kabupaten Kebumen, dan sebagian besar Purworejo.

"Secara umum, wilayah Jawa Tengah masih berada pada masa pancaroba atau transisi dari musim hujan menuju kemarau. Namun, ada beberapa wilayah yang diprakirakan sudah masuk awal musim kemarau, terutama di wilayah Jateng bagian timur," kata Teguh.

Menurut dia, awal musim kemarau akan berlangsung ketika curah hujannya sudah berada di bawah 150 mm. Ia memrakirakan awal musim kemarau 2018, khususnya di wilayah Cilacap dan Banyumas, akan berlangsung sesuai dengan prakiraan, yakni pada bulan Juni.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya