Gempa Bumi Guncang Pati dan Banjarnegara

Ilustrasi gempa (Reuters)
03 Mei 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PATI — Gempa bumi berkekuatan 4,3 skala Richter (SR) dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Pati dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (3/5/2018) pagi. Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Banjarnegara juga mengungkap gempa bumi berkekuatan 2,9 SR mengguncang wilayah Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Suroto, salah seorang warga Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, mengungkapkan gempa dirasakan sekitar pukul 06.00 WIB. Ia mengakui getarannya cukup kuat hingga membuat dirinya bersama anggota keluarganya keluar rumah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hal serupa, lanjut dia, dilakukan oleh warga sekitar rumahnya juga keluar rumah untuk mengantisipasi ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada rumah mereka. "Adanya gempa ini, nelayan biasanya tidak melaut sementara karena pengalaman sebelumnya diikuti dengan cuaca buruk di lautan," ujar Suroto yang juga Koordinator Nelayan Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati itu.

Nelayan yang sudah telanjur melaut, katanya, sudah pulang dengan selamat. Ia mengaku belum mendapatkan informasi adanya kerusakan akibat gempa tersebut, karena saat terjadi gempa juga tidak ada barang-barang yang sampai terjatuh atau roboh.

Berdasarkan analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi dengan kekuatan 4,3 SR dengan episenter yang terletak pada koordinat 6.42 LS dan 111.07 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 36,6 km arah utara Kota Pati pada kedalaman 12 km tidak sampai dirasakan warga yang berada di Kecamatan Juwana, Pati dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdianto menambahkan getaran gempa yang pusatnya berada di laut pada jarak 36,6 km arah utara Kota Pati pada kedalaman 12 km tidak terasa di Kecamatan Juwana, Pati, namun terasa di wilayah Jepara, mulai dari Kecamatan Donorojo, Keling, Kembang, Mlonggo, Bangsri hingga Jepara Kota juga merasakan getaran gempa bumi tersebut.

"Saya sendiri saat berada di Kota Jepara juga merasakan getarannya, meskipun tidak kuat," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, lanjut dia, BPBD Jepara sudah berkoordinasi dengan masing-masing kecamatan yang terdampak gempa untuk melakukan pengecekan melalui kepala desa masing-masing apakah ada kerusakan yang ditimbulkan. Hingga kini, kata dia, belum ada laporan adanya kerusakan yang ditimbulkan setelah adanya gempa bumi berkekuatan 4,3 SR tersebut.

Dari Banjarnegara, Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengungkapkan gempa bumi berkekuatan 2,9 SR mengguncang wilayah Kalibening. "Wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara diguncang gempa tektonik, pada Kamis pukul 09.46 WIB," katanya di Banjarnegara, Kamis.

Gempa bumi tersebut, kata dia, berpusat di darat pada koordinat 7,20 LS dan 109,69 BT, pada jarak 6 km timur Kalibening, Banjarnegara, pada kedalaman 15 km. "Peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan dampak gempa ini menimbulkan guncangan pada I Skala Intensitas Gempa (SIG) BMKG atau II MMI di wilayah Banjarnegara dan Pekalongan," katanya.

Gempa, menurut dia, dipicu oleh aktivitas sesar lokal. "Menurut laporan yang diterima Stasiun Geofisika Banjanegara bahwa di daerah tersebut guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang dan hingga saat ini belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak gempa. Jika ditinjau dari lokasi pusat gempanya, gempa berada di darat yang diakibatkan oleh aktivitas patahan lokal," katanya.

Terkait hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang. "Imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak percaya isu yang tidak bertanggung jawab, tetap ikuti arahan pihak terkait atau BPBD setempat dan jika membutuhkan informasi terkini terkait gempa bumi bisa menghubungi kantor BMKG terdekat," katanya.

 

Sumber : Antara