Fadli Zon Anggap Patroli Brimob di Markas Gerindra Semarang Ilegal

Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon (tengah), saat memberikan keterangan terkait kaus 2019GantiPresiden di di markas Partai Gerindra Kota Semarang, Minggu (6/5 - 2018). (Solopos Imam Yuda S.)
07 Mei 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menganggap patroli aparat Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng) ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang sebagai sesuatu yang ilegal.

Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat menyambangi kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang di Jl. Durian Raya, Kota Semarang, Minggu (6/5/2018).

Fadli mengaku sebelumnya tidak ada rencana datang ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang. Ia datang ke wilayah Jateng dengan agenda menggelar kampanye pemenangan Pilkada 2018 di Kudus bersama pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani.

Namun, ia memutuskan untuk mampir ke kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang menyusul adanya laporan tindakan intimidasi dari aparat Brimob Polda Jateng.

“Saya juga dalam rangka melakukan fungsi tugas pengawasan DPR yang membidangi masalah politik dan keamanan. Adanya patroli Brimob ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang itu diduga ilegal karena melakukan intimidasi terhadap institusi politik, dalam hal ini Gerindra yang notabene merupakan partai di luar pemerintah [oposisi],” terang Fadli saat sesi jumpa pers.

Fadli menambahkan tindakan intimidasi yang dilakukan aparat Brimob itu terbukti dengan ke kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang tanpa izin. Selain itu, aparat Brimob juga mendatangi markas Gerindra Kota Semarang itu dengan menenteng senjata laras panjang.

“Kalau sesuai prosedur mana surat? Tunjukin dong SOP-nya [standard operating procedure]. Kasih tahu apa nama operasinya kalau mendatangi parpol. Apa perlu membawa senjata laras panjang? Kami ini partai politik, bukan teroris,” ketus Wakil DPR RI Bidang Politik dan Keamanan itu.

Fadli menambahkan kedatangan anggota Brimob Polda Jateng diduga terkait isu pengerahan massa oleh simpatisan Gerindra di area car free day (CFD) Simpang Lima. Selain pengerahan massa, simpatisan juga dikabarkan akan membagikan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden.

“Aneh. Kalau pun ada rencana itu sebenarnya enggak masalah. Ada pengerahan massa dan bagi kaus juga enggak masalah. Hastag [#] 2019 Ganti Presiden itu konstitusional. Jadi mana yang melanggar hukum?” terang Fadli Zon.

Sebelumnya, dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Jateng, Kasat Brimob Polda Jateng, Kombes Pol. Tory Kristianto, menyatakan bahwa patroli yang dilakukan anggotanya ke markas Gerindra Kota Semarang pada Jumat (4/5/2018), sudah sesuai prosedur. Ia juga membantah jika yang dilakukan pasukannya dalam rangka mencari kaus bertuliskan #2019GantiPresiden, melainkan patroli rutin pada masa pilkada atau Pilgub Jateng 2018.

Dalam konferensi pers itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Sigit Ibnugroho, juga telah memberikan keterangan dan meminta maaf dengan adanya kabar bahwa patroli Brimob Polda Jateng datang ke kantornya untuk mencari kaus #2019GantiPresiden.

Namun, permintaan maaf Ketua DPC Gerindra Kota Semarang itu buru-buru ditepis oleh Fadli Zon. “Permintaan maaf Pak Sigit itu bersifat pribadi, bukan atas nama Partai Gerindra. Kami dari DPP Partai Gerindra tidak terima dengan sikap aparat kepolisian. Polisi itu harusnya melayani masyarakat dan bukan jadi alat kekuatan suatu pihak tertentu,” tegas Fadli Zon. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya