Kapolda Beri Kejutan Umrah buat Marbot Musala di Kendal, Ini Alasannya...

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono menyerahkan hadiah umrah gratis secara simbolis kepada dua marbot di Mapolres Kendal, Jateng, Rabu (9/5 - 2018). (Instagram/@polres_kendal)
11 Mei 2018 12:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, KENDAL - Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Condro Kirono menyerahkan hadiah kejutan berupa umrah gratis bagi dua orang penjaga musala yang biasa disebut marbot pada cara Bakti Sosial di Mapolres Kendal, Karangsari, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jateng, Rabu (9/5/2018). Kedua marbot yang mendapatkan hadiah kejutan dari Kapolda Jateng itu adalah Mashuri, 57, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal dan Purwanto, 60, warga Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Dibalik aksi polisi itu, Condro membeberkan alasan memberikan hadiah tersebut kepada dua marbot musala di Kabupaten Kendal tersebut. Menurut Condro, kedua marbot itu patut mendapatkan penghargaan berupa umrah gratis itu karena sudah menjaga dan merawat musala selama bertahun-tahun.

"Bapak-Bapak yang telah memakmurkan musala ini patut mendapatkan penghargaan ini. Terima kasih atas bakti sosial yang diadakan dari keluarga besar Polres Kendal sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya," tutur sang Kapolda Jateng seperti dikutip dari akun Instgram mili Polres Kendal, @polreskendal, Kamis (10/5/2018).

Sementara itu, Mashuri dan Purwantio menyambut girang hadiah yang diberikan melalui aksi polisi itu. Mereka mengaku tak menyangka akan mendapatkan hadiah kejutan berupa umrah. Pasalnya, mereka berdua diundang ke Mapolres Kendal untuk mendapatkan bantuan berupa sembako.

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya mengakui pemberian hadiah umrah gratis itu memang tak diberitahukan ke Mashuri dan Purwanto sebelumnya. Ia mengaku telah melakukan seleksi untuk mendapatkan dua orang marbot yang pantas diberi hadiah umrah gratis.

"Kami mencari informasi tentang orang-orang yang telah lama mengabdi untuk memakmurkan masjid atau musala. Didapatkanlah dua orang ini yang sudah lama berkeinginan berangkat ibadah ke Tanah Suci namun belum bisa menunaikannya," ungkap Adiwijaya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya