Ini Alasan Polda Jateng Tak Tahan Camat Baki

Direskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol. M. Hendra Suhartiyono (kiri), saat mendampingi Kapolda Jatebf, Irjen Pol. Condro Kirono, dalam aesi jumpa pers di Hotel MG Setos, Semarang, Kamis (24/5/2018). (Istimewa - Humas Polda Jateng)
25 Mei 2018 09:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Camat Baki, Kabupaten Sukoharja, Taufik Hidayat, baru saja tepergok aparat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) dalam operasi tangkap tangan (OTT) telah  melakukan praktik korupsi dengan meminta pungutan liar (pungli), Rabu (23/5/2018).

Kendati demikian, Camat Baki tersebut tidak menjalani penahanan meski pun statusnya telah dinyatakan sebagai tersangka.

Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol. M. Hendra Suhartiyono, menyebutkan alasan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Camat Baki. Ia mengaku ada permintaan dari aparat pengawas internal pemerintah (APIP) Kabupaten Sukoharjo agar Camat Baki yang tertangkap melakukan praktik korupsi itu tidak ditahan.

“Jadi begini, ada permintaan dari APIP Sukoharjo, dalam hal ini sekda, agar tersangka tidak dilakukan penahanan. Selama pemeriksaan, kami juga melihat bahwa tersangka cukup kooperatif jadi tidak dilakukan penahanan,” ujar Hendra saat dijumpai wartawan seusai acara buka bersama yang digelar Polda Jateng di Hotel MG Setos, Semarang, Kamis (24/5/2018).

Hendra menambahkan meski tidak dilakukan penahanan, tersangka terus menjalani pemeriksaan. Oleh karena itu, tersangka pun tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar daerah selama pemeriksaan berjalan.

Camat Baki Sukoharjo ditangkap aparat Ditreskrimsus Polda Jateng karena terbukti melakukan praktik korupsi dengan menerapkan pungli permohonan izin mendirikan menara BTS milik PT Dayamitra Telekomunikasi yang berkantor di Semarang.

Ia ditangkap di kantornya saat tengah menghitung uang hasil pungli Rp20 juta yang saat ini sudah diamankan aparat Ditreskrimsus Polda Jateng. Selain, Camat Baki, di ruangan tersebut juga ada satu orang staf PNS Kecamatan Baki, Eko Setiyanto, dan satu orang staf PT Dayamitra Semarang, Muhammad Ilyas.

“Untuk kedua orang yang saat itu berada di ruangan bersama tersangka tidak kami lakukan penahanan. Ia kami periksa dengan kapasitas sebagai saksi. Untuk saat ini, tersangka baru kami tetapkan pada Camat Baki,” imbuh Direskirmsus Polda Jateng. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya