Ini Jalur Rawan Kecelakaan di Jateng saat Mudik Lebaran

Ilustrasi kecelakaan. (Solopos/Whisnu Paksa)
30 Mei 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) merilis jalur-jalur rawan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2018. Dari sekian banyak titik yang diprediksi rawan kecelakaan lalu lintas itu, beberapa di antaranya merupakan jalur tol fungsional.

Data yang diperoleh Semarangpos.com dari Ditlantas Polda Jateng, total ada 146,24 km jalur tol fungsional yang dioperasikan di Jateng selama arus mudik Lebaran 2014. Jalur sepanjang itu terbagi antara tol fungsional Gandulan-Semarang sejauh 114 km dan jalur Tingkir-Kartasura sepanjang 32,24 km.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Bakharuddin M., membenarkan jika jalur tol fungsional rawan kecelakaan lalu lintas. Oleh karenanya, ia pun meminta masyarakat yang melintasi jalan tol fungsional untuk berhati-hati.

“Nanti kecepatan kendaraan di tol fungsional dibatasi 40 km per jam. Selain itu juga diberlakukan satu arah,” tutur Bakharuddin saat dijumpai wartawan di Hotel MG Setos, Semarang, Kamis (24/5/2018).

Selain jalur tol fungsional, beberapa titik yang rawan kecelakaan lalu lintas juga berada di jalur Pantur, Kabupaten Batang, jalur tengah Jateng sekitar 24 titik dan jalur selatan Jateng 10 titik.

Sementara itu, titik rawan kemacetan selama arus mudik Lebaran diprediksi berada di Karangsawah, Brebes, yang merupakan jalur selatan menuju Banyumas, exit tol Krapyak, jalur dalam Kota Semarang, dan exit tol Tingkir, Salatiga.

Selain beberapa lokasi itu, Bakharuddin juga memperkirakan kemacetan akan terjadi di wilayah Kota Pekalongan. Hal itu dikarenakan akan difungsionalkan jalur tol Gandulan-Semarang.

“Kendaraan yang keluar atau masuk dari Gandulan akan melintas di dalam Kota Pekalongan. Kendaraan-kendaraan besar dari Batang juga lewat situ. Sementara di situ juga ada perlintasan sebidang dan frekuensi kereta api yang lewat bakal bertambah, setiap 10 menit. Nanti kami akan lakukan contra flow di jalur Pekalongan-Pemalang,” tutur Bakharuddin. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya