Bikin Macet Saat Lebaran, Truk Bakal Disetop

Ilustrasi truk.(dok Solopos)
01 Juni 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Arus mudik dan balik Lebaran kali ini bakal sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menyusul diizinkannya kendaraan berat atau truk melintas saat perayaan Hari Raya Idulfitri 1439 Hijriah atau Lebaran 2018.

Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol. Condro Kirono, menyebutkan berdasar keputusan pemerintah, angkutan barang atau truk hanya dilarang melintas pada H-3 hingga H-1 Lebaran atau Selasa-Kamis (12-14/6/301), dan H+6 hingga H+8 atau Jumat-Minggu (22-24/6/2018).

“Dengan aturan itu, praktis saat hari raya nanti masih ada truk yang melintas. Beda dengan tahun sebelumnya,” ujar Kapolda saat dijumpai wartawan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (31/6/2018).

Dengan melintasnya angkutan barang atau truk saat masa libur Lebaran 2018 itu, potensi kemacetan pun bakal terjadi di beberapa jalur lalu lintas Jateng. Terutama, di jalur-jalur yang sempit dan menanjak.

Meski demikian, Condro mengaku akan melakukan antisipasi seandainya laju truk atau angkutan barang itu menghambat arus lalu lintas saat masa mudik maupun balik Lebaran 2018.

“Kami sudah instruksikan kepada petugas yang berpatroli, kalau ada truk yang bikin kemacetan silakan dipinggirkan. Makanya, kita siapkan kantong-kantong parkir di pinggir jalan yang bisa digunakan untuk istirahat para sopir truk,” terang Kapolda.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyebutkan akan ada 30 pos pengamanan yang didirikan di dalam tol di Jateng, baik fungsional maupun operasional, selama masa libur Lebaran 2018. Dari 30 pos pengamanan itu beberapa di antaranya merupakan pos terpadu yang terletak di Colomadu (ruas tol Tingkir-Sragen), Manyaran (ruas tol Gringsing-Krapyak), dan Gandulan (ruas tol Brebes-Gandulan).

“Pengawasan di jalan tol akan kami lakukan 24 jam penuh, selama arus mudik Lebaran,” tegas Condro. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya