Konsumsi BBM Jateng-DIY Diprediksi Naik 34% selama Mudik Lebaran 2018

Ilustrasi antrean di SPBU. (Bisnis/Rachman)
04 Juni 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada masa angkutan mudik Lebaran 2018 akan mencapai 6.522 kl atau naik 34% dibandingkan hari-hari biasa.

"Jateng dan DIY merupakan salah satu tujuan mudik. Setiap Lebaran akan terjadi peningkatan kebutuhan atau konsumsi BBM dan LPG," ujar General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Wilayah Jawa Tengah dan DIY Yanuar Budi Hartanto di Terminal BBM Pengapon, Semarang, Jateng, Jumat (1/6/2018).

Selain BBM jenis gasoline, konsumsi BBM jenis avtur diperkirakan naik 18 persen karena adanya penerbangan tambahan sementara konsumsi LPG akan meningkat delapan persen. Untuk memastikan ketersediaan dan mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG, Pertamina MOR IV membuka Satgas Posko Lebaran sejak 14 Mei sampai 29 Juni 2018.

"Kami melakukan koordinasi dengan Refinery Unit IV Cilacap untuk memperkuat stok BBM dan LPG di tangki MOR IV. Dan kami sudah mulai memperkuat stok BBM di terminal BBM di Jateng dan DIY, serta di depot pengisian pesawat udara dan depot LPG," tutur Yanuar.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan sejumlah sarana penunjang pendistribusian BBM yang akan dioperasikan di jalur tol maupun non tol diantaranya kantong BBM di SPBU, yakni truk tangki berisi BBM penuh yang disiagakan di SPBU untuk memudahkan mobiliisasi distribusi, Mobile Dispenser, Kios Kemasan Pertamax (KiosK Pertamax), dan armada sepeda motor yang siaga mendistribusikan BBM di TBBM Semarang Group untuk segera ditempatkan di titik-titk yang telah ditetapkan. Khusus di Jateng dari jalur Brebes sampai Sragen, Pertamina akan menyiapkan enam Serambi Pertamax, 25 Kios K Pertamax, 200 orang motoris, 27 kantong BBM, serta 11 unit mobile dispenser.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyastuti mengatakan salah satu tantangan dalam pendistribusian BBM di Jawa Tengah adalah peningkatan konsumsi BBM serta potensi kemacetan yang diproyeksikan terjadi di exit tol Gandulan-Pemalang, Krapyak-Semarang, serta Ngasem-Kartosuro. Jika secara nasional konsumsi BBM diproyeksikan mengalami puncaknya pada 9 Juni 2018, maka puncak konsumsi BBM di wilayah Jateng khususnya Semarang dan sekitarnya diprediksi terjadi pada 14-16 Juni 2018.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara