Sistem 1 Tarif Diklaim Berhasil Urai Kemacetan di Tol Semarang

Kendaraan pemudik mengantre di pintu tol Manyaran, Kota Semarang, Sabtu (9/6/2018). (Solopos - Imam Yuda S.)
10 Juni 2018 14:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – PT Jasa Marga Cabang Semarang  mengklaim aturan satu tarif yang diterapkan di ruas tol Kota Semarang berhasil mengurai penumpukan kendaraan di dalam tol saat arus mudik Lebaran. Aturan satu tarif di beberapa ruas tol Kota Semarang ini mulai diberlakukan Sabtu  (9/6/2018) atau H-6 Lebaran.

“Dengan sistem itu, kendaraan yang masuk tol hanya dibebani pembayaran satu kali. Ini sangat efektif untuk memperlancar arus. Kendaraan yang sebelumnya dibebani pembayaraan saat masuk dan keluar tol, kini hanya dikenai pembayaran saat masuk,” ujar Kepala Shift PT Jasa Marga Cabang Semarang, Eni Kusrini, saat dijumpai Semarangpos.com di gerbang tol Manyaran, Kota Semarang, Sabtu.

Pantauan Semarangpos.com di sepanjang ruas tol Kota Semarang, Sabtu siang, arus kendaraan di dalam tol terbilang cukup lancar. Penumpukan kendaraan hanya terjadi di pintu masuk tol, sementara di exit tol tidak terjadi antrean. Kendaraan yang melintas keluar tol tidak lagi dikenai tarif sehingga langsung melaju keluar tanpa harus mengantre.

Hal ini berbeda dengan kondisi sebelum sistem satu tarif diberlakukan atau Jumat (8/6/2018). Kendaraan yang masuk tol selalu dikenai tarif saat melintas di pintu tol. Kondisi itu pun kerap menjadikan arus lalu lintas di dalam tol kerap tersendat, terutama di pintu tol Tembalang, maupun gerbang tol (GT) Srondol, Banyumanik.

“Dengan aturan satu tarif ini, titik-titik pembayaran jadi diperbanyak. Seperti di pintu masuk Jatingaleh. Sebelumnya, pintu tol Jatingaleh itu tidak dioperasikan dan kendaraan yang masuk dibebani tarif di pintu tol Tembalang sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Kini, kendaraan yang masuk Jatingaleh langsung dikenai biaya dan tidak dipungut biaya lagi saat keluar tol milik Jasa Marga Semarang,” ujar Eni.

Eni menambahkan sistem satu tarif ini rencana diterapkan seterusnya. Dengan kata lain, sistem ini tidak hanya berlaku saat arus mudik Lebaran.

“Sistem ini sudah disetujui Kementerian PUPR dan akan diterapkan seterusnya sebagai bagian dari integrasi dengan tol Semarang-Batang,” ujar Eni.

Dengan sistem satu tarif ini, kendaraan golongan I hanya dikenai biaya masuk tol Rp5.000, golongan II dan golongan III Rp7.500, sedangkan golongan IV dan V Rp10.000.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya