128 Personel Basarnas Jateng Amankan Arus Mudik Lebaran

Pantauan Basarnas Jateng di Jembatan Kalikuto, Jateng, Sabtu (9/6/2018). (Istimewa - Basarnas Jateng)
10 Juni 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sebanyak 128 personel Basarnas Jawa Tengah (Jateng) diterjunkan guna mengamankan arus mudik Lebaran 2018. Ratusan personel itu disiagakan di beberapa titik yang rawan kemacetan, seperti ruas tol Pemalang, area Semarang, Jepara, Solo, Cilacap, dan Wonosobo.

“Selain di jalur darat, kami juga menyiagakan personel di jalur laut, seperti Pelabuhan Tanjung Emas dan juga armada rigid inflatable boat di Batang,” ujar Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin, dalam keterangan resmi, Sabtu (9/6/2018).

Noer menambahkan diterjunkannya ratusan personel itu sebagai upaya Basarnas dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, baik di darat, udara, dan laut yang membutuhkan penanganan khusus.

“Siaga ini kami gelar untuk menjamin keselamatan arus mudik Lebaran dan menekan jumlah korban jiwa bila terjadi sesuatu di luar dugaan, seperti kecelakaan, sehingga tim siaga kami dibekali dengan kemampuan medical first responder atau pertolongan pertama serta kemampuan vehicle accident rescue,” terang Noer Isrodin. 

Selain menyiagakan personel di jalur darat, Basarnas Jateng juga menerjunkan personel berkendara atau rescue mobile. Personel rescue mobile dilengkapi berbagai peralatan ekstrikasi sebaggai antisipasi bila ada kecelakaan lalu lintas.

“Kami juga menyiagakan helikopter siaga yang ditempatkan di Kalikangkung, Semarang. Helikopter ini akan melakukan patroli di sepanjang jalur pantura,” tutur Noer.

Sementara itu Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI  (Mar) Bambang Suryo, mengungkapkan bahwa salah satu titik rawan kemacetan di Jateng pada arus mudik Lebaran 2018  terletak di Kalikuto, Gringsing,  Batang. 

“Di sana pemudik yang lewat tol fungsional Semarang-Batang harus keluar dulu masuk ke jalur pantura. Kemudian masuk lagi di tol fungsional Weleri, sehingga akan terjadi penumpukan,” ujar Bambang.

Saat pemantauan udara, Bambang mengaku bahwa jembatan Kalikuto belum bisa dilalu karena pembangunannya belum selesai. Kondisi itulah yang membuat pemudik harus keluar dulu sebelum kembali melintasi jalur tol fungsional di Weleri, Kendal.

“Kami juga membuka akses telepon untuk memudahkan masuknya informasi penanganan kejadian kecelakaan. Masyarakat bisa menghubungi call center Basarnas di 024-7629192 ext 0 atau nomor darurat di 024-115,” jelas Noer. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya