Pengamanan Pemilu 2019 di Jateng Libatkan 9 Batalyon Tentara

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono bersama pimpinan daerah dan tokoh masyarakat Kabupaten Batang mendeklarasikan Pemilu Damai di Pendapa Kabupaten Batang, Rabu (26/9 - 2018). (Antara/Kutnadi)
26 September 2018 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Polda Jawa Tengah dalam operasi Mantap Brata 2019 untuk mengamankan Pemilihan Umum 2019 melibatkan sekitar 21.800 personel Polri dengan bantaun sembilan batalyon tentara serta perlindungan masyarakat (linmas) masing-masing kabupaten dan kota pelaksanaan pemilu.

Kapolda Irjen Pol. Condro Kirono mengatakan bahwa semua kegiatan Pemilu 2019 sudah dilakukan mapping terhadap potensi-potensi kerawanan di masing-masing wilayah kabupaten dan kota. "Kendati demikian, pada operasi itu, kami akan mengedepankan langkah-langkah pre-emptif dan preventif. Oleh karena, kita mendorong suasana kedamaian dan kesejukan dengan membuat kegiatan cooling system seperti ikrar pemilu damai dan mengajak tokoh agama untuk melakukan kegiatan keagamaan," katanya.

Ia mengatakan Polri dan TNI akan bertindak tegas terhadap anggotanya maupun aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral pada pelaksanaan Pemilu 2019 yaitu akan diberikan sanksi seperti administrasi, mutasi, kedisiplinan, dan kode etik. "Akan tetapi jika terbukti melakukan pelanggaran Undang-Undang Pemilu akan diproses oleh Badan Pengawas Pemilu [Bawaslu]," katanya pada kegiatan Apel 3 Pilar di di Batang, Jateng, Rabu (26/9/2018).

Menurut dia, saat ini wilayah Jateng masuk pada kategori aman sehingga hal itu menjadi modal yang harus dipertahankan dan menjadi semangat untuk terus mempertahankan situasi yang sejuk dan damai. Klasifikasi kerawanan dari tingkat pengamanan di wilayah Jateng, kata dia, yaitu dari faktor tingkat kesulitan letak geografis antara tempat pemungutan suara (TPS) yang satu dengan yang lainnya.

"Adapun untuk konflik [antarwarga], alhamdulillah hingga sekarang masih bisa kondusif. Kita juga mengantisipasi adanya masalah hoaks, antipolitik uang, dan suku agama, ras, dan antargolongan [SARA]," katanya. Ia menambahkan Polri juga memiliki satuan tugas yang akan berpatroli pada dunia maya [cyber patrol] untuk mengantisipasi kemingkinan terjadinya ujaran kebencian pada masyarakat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara