Kebakaran Lahan Gunung Merbabu Meluas, Water Bombing Jadi Solusi

Heliopter BNPB yang digunakan untuk water bombing saat kebakaran di Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, beberapa waktu lalu. (Antara)
16 Oktober 2018 18:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kebakaran yang melanda hutan di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jateng), hingga kini tak kunjung padam.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu, Edy Sutiyarto, menyatakan kobaran api hingga Selasa (16/10/2018) justru semakin meluas. Jika pada Minggu (14/10/2018), api yang diketahui berasal dari jalur pendakian Thekelan, Kabupaten Semarang,  itu meluas hingga ke Wegas, kini justru menyebar ke wilayah Kecamatan Ampel, Boyolali.

"Kami sudah melakukan segala upaya untuk melakukan pemadaman. Tadi malam sebagian besar wilayah Jateng hujan deras, sayangnya di atas [lereng Merbabu] tidak. Sehingga, api tak kunjung padam," ujar Edy saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa.

Edy menyebutkan upaya pemadaman sebenarnya sudah dilakukan pihaknya bersama unsur SAR, sukarelawan, warga, dan petugas BPBD Kabupaten Semarang. Namun, hingga kini upaya itu belum menemui hasil.

"Saat ini kemungkinan besar sekitar 100-an hektar lahan di Gunung Merbabu yang sudah dilalap si jago merah," imbuh Edy.

Tak ingin kebakaran semakin meluas, pihak BTNG Merbabu tengah meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menerjunkan helikopter water bombing. Water bombing akan menjadi satu-satunya cara mengatasi kebakaran di salah satu gunung berapi di Jateng itu.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto, mengatakan pihaknya baru saja membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi kebakaran Gunung Merbabu. Satgas tersebut nanti akan memberikan rekomendasi kepala daerah untuk menetapkan status darurat bencana kebakaran.

Penetapan status darurat bencana kebakaran dari kepala daerah, lanjut Heru penting sebagai syarat pengajuan bantuan helikopter water bombing milik BNPB. Nantinya, proses pemadaman gunung akan dilakukan seperti saat pemadaman api di Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro beberapa waktu lalu.

"Intinya kita minta fasilitasi bantuan BNPB menggunakan helikopter water bombing ini, " kata Heru.

Sembari menunggu bantuan BNPB, saat ini sekitar 80 petugas gabungan dari berbagai unsur mulai BPBD, SAR, TNI, Polri,‎ relawan dan warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Namun demikian, petugas masih kesulitan karena medan yang cukup sulit dijangkau. 

 KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya