Pansus DPRD Jateng Kukuh Tolak Tol Bawen-Jogja, Tunggu Evaluasi Kemendagri

Ilustrasi pembangunan tol. (dok. Solopos - Antara)
19 Oktober 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Panitia Khusus (Pansus) Perda RTRW DPRD Jawa Tengah (Jateng) tetap bersikukuh menolak proyek pembangunan jalan tol Bawen-Jogja. Meski pun desakan dari berbagai pihak agar proyek tersebut dikaji ulang agar tetap terlaksana.

Ketua Pansus Perda RTRW DPRD Jateng, Abdul Azis, mengatakan sikap lembaga legislatif di pemerintahan Provinsi Jateng terkait proyek tol Bawen-Jogja sudah final dalam rapat paripurna, Senin (15/10/2018). Pihaknya pun tidak perlu lagi dilakukan pengkajian agar proyek tol sepanjang 71 km itu dilakukan.

“Kan sudah paripurna. Pansus tidak mencantumkan dalam Perda RTRW, jadi yang tidak diloloskan. Nah, sekarang tinggal menunggu hasil evaluasi dari Kemendagri. Evaluasinya seperti apa, kami akan mengujinya,” ujar Azis saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (18/10/2018).

Sikap Pansus ini berbeda dengan Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi. Rukma menyatakan jika Jateng masih membutuhkan pembangunan infrastruktur, termasuk tol agar tercapai efisiensi logistik yang maksimal untuk produk-produk yang dihasilkan.

“Dengan begitu, produk Jateng menjadi efisien dan memiliki daya saing yang lebih tinggi, sehingga jalan mencapai kesejahteraan bersama menjadi lebih terukur. Ketersediaan jalan tol juga penting dan bermanfaat bagi pelayanan mobilitas warga,” tulis Rukma dalam pernyataan resmi, Rabu (17/10/2018).

Menanggapi hal itu, Azis menilai Jateng sudah tidak lagi membutuhkan tol yang menghubungkan ke Yogyakarta. Menurut politikus PPP itu Jateng sudah akan terhubung dengan Jogja dari Solo.

“Jadi enggak perlu lagi dibangun tol dari Bawen ke Jogja. Itu justru menghabiskan banyak dana dan membutuhkan anggaran yang besar. Anggarannya dari mana? Kan rakyat lagi yang menanggung,” ujar Azis.

Selain itu, Azis menilai daripada membangun tol lebih baik pemerintah kembali menghidupkan jalur kereta api Semarang-Jogja. Keberadaan jalur kereta api Semarang-Jogja akan lebih bermanfaat bagi masyarakat Jateng, karena bisa menghubungkan seluruh daerah, termasuk yang berada di wilayah Pantai Utara, seperti Rembang, Pati, dan Blora.

“Maka itu tol kemarin tidak kami cantumkan di perda. Kalau dicantumkan bisa-bisa yang lebih diutamakan pembangunan tolnya dibanding jalur kereta. Lebih baik aktivasi jalur kereta daripada tol,” tegas Azis.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya