Jokowi Batal Salat Jumat di MAJT Semarang, Ini Alasannya...

Presiden Jokowi menjawab wartawan soal gempa Palu, di Solo, Jateng, Jumat (28/9 - 2018) malam. (BPMI Setpres)
19 Oktober 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Jumat (19/10/2018). "Baru saja kami mendapat informasi kalau kehadiran RI1 ke MAJT batal," ujar salah seorang karyawan bagian Humas MAJT Semarang, Beni Arif Hidayat, Jumat.

Beni tidak mengetahui alasan batalnya Jokowi melaksanakan salat Jumat di MAJT. Meski demikian, ia memperoleh informasi itu dari staf Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). "Kemungkinan masih ada agenda di Bali," ujar Beni.

Informasi yang diperoleh sebelumnya menyatakan bahwa mantan Wali Kota Solo itu bakal melaksanakan salat Jumat di MAJT Semarang. Bahkan, kabar kehadiran Jokowi di salah satu masjid termegah di Jateng itu sempat diinformasikan melalui akun resmi MAJT Semarang di Instagram @majt-jateng, Kamis (18/10/2018).

"HADIRILAH...Shalat Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah Jum'at, 19 Oktober 2018/8 Shafar 1439 H yang rencana akan dihadiri oleh Presiden Repiblik Indonesia: Ir. H. Joko Widodo," tulis akun Instagram @majt_jateng.

Salat Jumat yang rencana dihadiri Jokowi itu menghadirkan Prof. Dr. KH. Noor Achmad, sebagai khatib dan KH. ZaenuriAhmad Al Hafidz, sebagai imam. Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, Jokowi memang dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Jateng. Selain di MAJT Semarang, Jokowi juga diagendakan menyambangi Ponpes Girikesumo di Mranggen, Demak, Jumat.

Sementara itu, pada Sabtu (20/10/2018), Jokowi direncanakan berkunjung ke Ponpes Al Itqon di Tlogosari, Semarang, dan menggelar rapat internal kanter PDIP di Panti Marhaen, Jl. Brigjend Katamso. Setelah dari Semarang, Jokowi diagendakan menuju ke Solo untuk menghadiri Apel Akbar Santri Nusantara 2018 di Benteng Vastenburg, Solo. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya