Jokowi Curhatkan Hoaks dan Fitnah ke Santri

Pengasuh Pondok Pesantren Girikesumo K.H. Munif Muhammad Zuhri menyambut Presiden Jokowi di pesantren Desa Banyumeneng, Demak, Jateng, Jumat (19/10 - 2018) malam. (setkab.go.id/BPMI Setpres)
21 Oktober 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Presiden Joko Widodo mencurahkan isi hati tentang keheranannya akan masih banyaknya beredar kabar bohong atau hoaks meskipun tindakan hukum tegas sudah diberlakukan untuk sejumlah kasus. Curhatan tersebut disampaikan Jokowi saat bersilaturahmi dengan santri Pondok Pesantren Al Itqon Semarang, Sabtu (20/10/2018).

Presiden Jokowi mengingatkan sejumlah kasus hoaks yang sudah ditindak tegas secara hukum, seperti Obor Rakyat dan Saracen. "Ini masih ada ribuan, apa tidak ada hal yang lebih baik?" tanyanya.

Menurut Kepala Negara yang kembali berkampanye untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 itu, di setiap pilkada atau pilpres, akan muncul hoaks dan fitnah, terutama di media sosial. "Itu bukan tata krama Indonesia, bukan etika Indonesia, bukan etika Islami kita," katanya.

Serangan hoaks dan fitnah terhadap dirinya bukan hanya terjadi kali ini saja, namun hal itu juga dialami pada Pemilu 2014. Meski demikian, Kepala Negara menanggapi hal itu sebagai hal yang biasa saja.

"Saya biasa saja, tapi apa itu pendidikan yang baik?" tanya Presiden lagi. Oleh karena itu, ia lalu menitipkan kepada para santri untuk menjaga kerukunan dan persatuan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Wathoniyah Pondok Pesantren Al Itqon K.H.Ubaidillah Shodaqoh menyatakan kebanggaannya kepada Presiden atas sikapnya dalam menghadapi fitnah dan kabar bohong tersebut. "Kami bangga karena beliau tetap sabar dan lembut kasih sayangnya kepada rakyat," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara