Bupati Tak Hadiri Upacara Hari Santri di Kendal

Peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Alun-Alun Kendal, Senin (22/10 - 2018). (Antara/Humas Pemkab Kendal)
23 Oktober 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KENDAL — Bupati Kendal Mirna Annisa mengajak warganya menjadikan Hari Santri Nasional Ke-4 Tahun 2018 sebagai momentum untuk bersatu. Diingatkannya, semangat Resolusi Jihad yang menjadi anjakan Hari Santri Nasional adalah pengejawantahan rasa cinta kepada tanah air.

Mirna berharap warga tidak mudah dipecah-belah, karena perpecahan merupakan penyebab kelemahan, kekalahan, dan kegagalan di sepanjang zaman. Namun, Mirna Annisa sendiri tak menghadiri sendiri upacara di Alun-Alun Kendal, Senin (22/10/2018).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Mirna Annisa melalui wakil bupati Kendal selaku inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2018. Upacara tersebut dihadiri jajaran forkopimda Kendal, para pimpinan OPD, para alim ulama Kendal, tokoh agama, pimpinan ormas Islam, para pengasuh pondok pesantren, para santri, serta para siswa.

Peringatan Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang merupakan bukti pengakuan negara atas jasa-jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah para ulama dan santri tersebut tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Hadharatus Syeih KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Dihadapan para konsul Nahdatul Ulama se-Jawa dan Madura, Hasyim Asy'ari menyuarakan kewajiban bagi orang-orang Islam, laki-laki, perempuan, dan anak-anak bersenjata atau tidak untuk berperang menolak dan melawan penjajah. Resolusi Jihad memuat seruan-seruan penting yang memungkinkan Indonesia tetap bertahan serta berdaulat sebagai sebuah negara dan hal itu yang menjadikan cinta tanah air menjadi ruh Hari Santri sebagaimana yang diajarkan dalam agama Islam bahwa cinta tanah air adalah bagian dari pada iman.

Mirna menegaskan bahwa makna cinta tanah air saat ini berbeda dengan perjuangan yang berjuang melawan penjajah bersenjata, sedangkan saat ini berjuang membela negara melawan penjajah kebodohan melalui pendidikan, penjajah kemiskinan melalui ekonomi/UMKM, penjajah ideologi melalui penyadaran terhadap radikalisme, komunisme, terorisme, dan atheisme yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI, serta melawan peredaran narkoba.

Mirna mengajak para santri untuk terus meningkatkan keimanan dan menjaga hubungan baik antara santri dengan para kiai dan menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk membangkitkan semangat berbakti dan mengabdi dengan ikhlas bagi negeri Indonesia tercinta.

Peringatan Hari Santri Nasional ke 4 tahun 2018 di Kabupaten Kendal dimeriahkan dengan berbagai agenda kegiatan yang dimulai sejak Jumat, dua hari sebelum puncak peringatan tanggal 22 Oktober di antaranya, Festival Rebana, lomba tilawatil Qur'an, kegiatan donor darah, dan kirab para santri; Sabtu, 21 Oktober diadakan jalan sehat bersama keluarga santri se-kabupaten Kendal yang diikuti oleh puluhan ribu peserta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara